Analisa dari kecerdasan buatan Axial AI itu diberikan setelah memindai apakah paru-paru pasien terkena Covid-19 atau tidak. Axial Ai adalah anak perusahaan SkyMind asal Inggris.
Algoritma AI itu sebelumnya telah digunakan untuk memindai paru-paru ribuan pasien di Wuhan, China. Algoritma tersebut dikembangkan oleh Axial AI dan mampu menganalisa citra CT dalam hitungan detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa rumah sakit di Inggris pun meluncurkan alat AI untuk membantu staf medis menganalisis X-ray lebih cepat. Staf medis di Rumah Sakit Royal Bolton, menggunakan AI yang telah diuji coba ke lebih dari 11 ribu X-ray dada. Angka tersebut termasuk sekitar 500 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.
"Ini pada dasarnya memberi dokter alat lain untuk membantu mereka membuat keputusan. Misalnya, pasien mana yang akan mereka akui, yang akan mereka kirim pulang," kata Malik
"Ahli radiologi sering membutuhkan berjam-jam atau kadang-kadang bahkan berhari-hari untuk sampai ke rontgen dada khusus itu dan menulis laporan tentang itu," kata Daniels.
Namun, kecerdasan buatan ini masih dalam tahap pengujian. Pada pemindaian 147 pasien suspect Covid-19, AI itu berhasil memindai akurat 90 persen apakah seseorang positif atau tidak.
Dilansir dari Tech Times, AI juga dikembangkan agar masyarakat bisa memeriksa paru-paru dari rumah untuk mengecek gejala Covid-19. Teknologi dikembangkan oleh negara Polandia dan dinamakan StethoMe.
AI telah digunakan oleh layanan kesehatan digital di Spanyol maupun Prancis. StethoMe berjanji kepada kedua layanan kesehatan digital untuk membantu pasien tetap terhubung dengan tenaga medis setiap waktu.
StethoMe digunakan dengan aplikasi ponsel dan menggunakan algoritma AI berbasis cloud dalam sistemnya untuk mendeteksi, menganalisis, dan mengklasifikasikan suara patologis.
Fitur ini memungkinkan orang dewasa, dan bahkan anak-anak, untuk mendengarkan paru-paru mereka sendiri di rumah. StethoMe bersama layanan kesehatan digital, saat ini menyediakan informasi khusus pasien kepada penyedia layanan kesehatan untuk pemeriksaan cepat masalah pernapasan potensial yang mungkin menunjukkan infeksi Covid-19
Berbagai tes algoritma StethoMe yang kuat telah mengungkapkan bahwa sistem ini 29 persen lebih akurat dibandingkan dengan dokter spesialis paru. (eks/eks)