Warga RI Diminta Waspada Situs dan Email Penipuan Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2020 06:49 WIB
dangerous hacker stealing data -concept Ilustrasi penipuan siber kala Covid-19. (Istockphoto/ Gangis_Khan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Palo Alto Network menyatakan adanya peningkatan pencarian online melalui Google dan URL terkait virus corona sejak awal Februari 2020.

Unit 42 yang merupakan bagian dari Palo Alto Network melihat banyak pelaku kejahatan siber mencoba mencari keuntungan dari maraknya pencarian online terhadap topik yang tengah menjadi trending tersebut.

"Apa yang mereka lakukan tentu saja tanpa mempedulikan etika dan saat ini upaya kejahatan siber tersebut telah menyebabkan kerugian hingga miliaran dollar," ujar Palo Alto Network dalam keterangan tertulis, Senin (11/5).


Unit 42 mengamati peningkatan tajam minat pengguna terhadap topik yang berkaitan dengan virus corona Covid-19 dengan beberapa titik puncak penting pada akhir Januari, akhir Februari, dan pertengahan Maret 2020 dengan menggunakan Google Trends dan log traffic.

Dari hasil pengamatan, rata-rata peningkatan harian pada registrasi nama domain terkait virus corona sebesar 656 persen mulai Februari hingga Maret 2020. Dalam jangka waktu tersebut, Unit 42 dari Palo Alto Networks mencatat pertumbuhan registrasi domain berbahaya sebesar 569 persen, termasuk malware dan phishing; pertumbuhan registrasi domain berisiko tinggi sebesar 788 persen, scam (penipuan), dan coin mining tak beriizin.

Selain itu, terdapat pula domain yang terbukti memiliki hubungan dengan URL jahat dalam domain-domain tersebut atau pemanfaatan penyedia layanan bullet proof hosting yang membuat hosting domain para pelaku kejahatan siber tersebut sulit terlacak.

"Hingga akhir Maret, Unit 42 telah mengidentifikasi 116.357 nama domain baru terkait virus Corona yang telah terdaftar. Dari seluruh domain baru tersebut, 2.022 domain dinilai berbahaya, sedangkan 40.261 lainnya berisiko tinggi," kutip keterangan Palo Alto Network.

Lebih lanjut. Unit 42 menganalisis domain itu dengan mengelompokkannya berdasarkan informasi pada WHOIS, catatan DNS, dan tangkapan layar (dikumpulkan oleh web crawler otomatis) untuk mendeteksi adanya kampanye registrasi domain berbahaya. 

Meski banyak domain yang didaftarkan untuk dijual kembali guna memperoleh keuntungan, namun sebagian besar digunakan untuk melakukan kejahatan yang umum terjadi, maupun untuk toko online untuk menipu penjual barang dengan persediaan terbatas.

"Sejumlah aksi penipuan pada umumnya bak memancing di air keruh dengan memanfaatkan isu virus corona, contohnya antara lain domain hosting malware, situs phishing, situs untuk penipuan, malvertising, cryptomining, dan Black Hat Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan peringkat pencarian situs web secara tidak etis," tulis Palo Alto.

Meski banyak webshop dengan domain yang baru terdaftar mencoba untuk menipu pengguna, Unit 42 mendeteksi sekelompok domain yang secara tidak etis memanfaatkan ketakutan pengguna terhadap virus Corona untuk dipaksa membeli produk mereka. 

Selain itu, Unit 42 juga menemukan sekelompok domain bertema virus Corona, yang sekarang melayani parked page dengan JavaScript yang berisiko tinggi karena dapat mengarahkan pengguna ke konten berbahaya, sewaktu-waktu.

Untuk melindungi pengguna dari penjahat siber, Palo Alto Networks merekomendasikan sejumlah praktik terbaik yang mendukung pengguna dalam menyaring URL atau alamat web dengan memblokir akses ke kategori Domain yang Baru Terdaftar. 

Namun, jika kita tidak dapat memblokir akses ke kategori Domain Baru tersebut maka rekomendasi Unit 42 adalah memberlakukan penggunaan deskripsi SSL ke URL ini untuk meningkatkan visibilitas, memblokir pengguna dari mengunduh jenis file berisiko seperti PowerShells, dan file berekstensi exe, menerapkan kebijakan Threat Prevention yang lebih ketat, serta meningkatkan logging saat mengakses domain yang baru terdaftar. 

"Unit 42 juga merekomendasikan penggunaan DNS-layer protection, karena lebih dari 80 persen malware menggunakan DNS untuk membuat C2," kutip keterangan tersebut.

Untuk mengantisipasi situasi ini, Palo Alto Network mengimbau orang-orang bersikap sangat skeptis terhadap email apa pun atau situs web yang baru terdaftar dengan tema Covid-19, tak peduli apakah mereka mengklaim memiliki informasi, kit pengujian, ataupun berusaha menawarkan obat-obatan kepada calon korban. 

Selain itu, publik diminta untuk selalu waspada dan memeriksa terlebih dahulu nama domain agar tahu validitas dan keamanannya, contohnya memastikan apakah domain tersebut adalah domain yang sah (google [.] Com vs g00gle [.] Com), serta memastikan adanya ikon kunci di sisi kiri bilah URL browser, untuk memastikan koneksi HTTPS yang valid.

Email-email bertema Covid-19 yang diterima juga harus diperhatikan, dengan cara melihat alamat email pengirim yang sering mengungkapkan bahwa konten tersebut kemungkinan tidak valid, disamping karena tidak dikenal oleh penerima, salah ejaan, atau panjangnya mencurigakan dengan karakter yang tampak acak.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK