Bahar bin Smith Dibui Lagi, Netizen Singgung Acara BPIP

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 16:27 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKU (17), Bahar bin Smith mengakui perbuatannya. Di hadapan majelis hakim, Bahar menyesal telah menganiaya dua remaja yang mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar tersebut. Bahar bin Smith. (CNN Indonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan terpidana kasus kekerasan terhadap anak, Bahar bin Smith kembali ditangkap Selasa (19/5) dini hari karena dianggap melakukan pelanggaran khusus dalam menjalani program asimilasi. Sontak, percakapan terkait Habib Bahar pun merangsek masuk ke kolom topik terpopuler Twitter.

Salah satu cuitan kontra dicuitkan akun @pejuangrindu24 yang menyayangkan penangkapan kembali pimpinan Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin itu oleh pihak kepolisian.

Ia pun sempat menyinggung kenapa konser amal penggalangan dana yang digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (17/5) malam tidak diusut.


Acara yang dihadiri Ketua MPR Bambang Soesatyo tersebut juga dinilai juga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena tak mengindahkan physical distancing.

"Enak ya kemarin yang bikin konser secara terbuka, tidak melanggar PSBB mentang-mentang pro pemerintah. Giliran Habib Bahar yang kerumunan massa-nya datang sendiri tanpa diajak malah dibilang melanggar PSBB #PSBBBelumDilonggarkan #IndonesiaTerserah," cuitnya.




Ada juga warganet yang mencuitkan bernada penekanan kalau status Bahar masih narapidana sekaligus mendapatkan program asimilasi, yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Habib Bahar itu statusnya masih narapidana cuman dapat program asimilasi. Kalau ada yang protes kenapa dia bisa ditangkap dan melanggar dari Permenkumham yang sifatnya subyektif dari aparatnya, ya dia bisa dapat program asimilasi juga syaratnya cukup subyektif dari pandangan aparat," kata dia.



Program asimilasi yang diperoleh Bahar sendiri merupakan buntut dari Keputusan Menkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Asimilasi adalah proses pembinaan Narapidana dan Anak yang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana dan Anak dalam kehidupan masyarakat.

Asimilasi dilaksanakan di rumah. Proses pembimbingan dan pengawasan asimilasi dan integrasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas), di mana laporan pembimbingan dan pengawasan dilakukan secara daring.

Selain respon pro-kontra, ada beberapa warganet yang memplesetkan nama belakang Bahar karena mirip dengan salah satu artis Hollywood populer yakni Will Smith.

"Habib Bahar bin Will Smith," cuit akun @_damarioo.




Akun @skyhidden007009 malah mencuitkan bahwa penangkapan kembali Bahar dianggap sebagai 'dunia terbalik'.



Selain itu, saat kerumunan pendukung Bahar menyambut kepulangannya beberapa waktu lalu, dianggap akun @TooManyRequest merupakan kluster Habib Bahar bin Smith karena berkerumun di tengah pandemi virus corona SARS-Cov-2.



Bahkan ada pula warganet yang merasa bahwa Bahar mirip dengan aktris Tanah Air yaitu Pevita Pearce.



(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]