Hadapi New Normal, APM Fokus pada Layanan Digital

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 18:17 WIB
Suasana pameran otomotif di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/7). CNN Indonesia/Hesti Rika Ilustrasi industri otomotif lokal menghadapi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi berharap kepada seluruh pelaku industri otomotif dalam negeri menerapkan protokol kesehatan di perusahaan jelang beraktivitas kembali di tengah pandemi Covid-19 (new normal).

Strategi yang diharapkan berupa mengubah cara berbisnis terkait kesehatan para pekerja sampai ditemukannya vaksin dan antivirus corona.

"Pola kami akan mulai berubah. Cara kami berjualan, cara kami ke konsumen dan konsumen membeli, cara kami servis kendaraan juga akan berubah," ucap Nangoi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/5).


Menurut setiap perusahaan otomotif wajib menyesuaikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di masing-masing wilayah. Untuk hal ini sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing anggota Gaikindo terkait strategi menghadapi 'era baru' industri tersebut.

"Tapi tentunya masing-masing merek yang ada di naungan Gaikindo punya strategi masing-masing, kami dari Gaikindo melihat ada perubahan," ungkap Nangoi.

Sebelumnya pemerintah menerapkan aturan work from home (WFH) guna memutus mata rantai virus corona. WFH pun diterakan di perusahaan otomotif lokal sesuai arahan pemerintah. Protokol itu ini dilakukan untuk social distancing dan physical distancing (jaga jarak).

Menyikapi new normal, langkah-langkah yang harus dilakukan praktis berubah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan new normal akan mengubah layanan penjualan. Fokus ke depan akan menggunakan platform digital.

Penjualan produk otomotif melalui online sebenarnya sudah diterapkan sejumlah produsen menyikapi pandemi Covid-19. Digital membuat penjualan tak lagi melalui dealer ini akan mengurangi kontak sosial, yang ada hanya dengan berkomunikasi dengan tenaga penjual melalui situs resmi perusahaan, aplikasi khusus, atau bisa juga berlanjut ke pesan singkat.

"Jadi umumnya akan mirip dengan industri lain, digital life. Healty concern dan physical distancing," kata Amelia melalui pesan singkat, Selasa (19/5).

Sementara itu, Direktur Marketing Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan pihaknya juga akan memperkuat layanan penjualan mobil Toyota via platform digital mengantisipasi pandemi Covid-19, yang juga akan menyentuh bisnis servis kendaraan konsumen. Hal ini agar karyawan Toyota bisa terus beraktivitas melayani konsumen.

"Digital marketing akan jadi tren yang continue," ucap Anton.

Pola bisnis memasarkan kendaraan dilakukan Toyota dan Daihatsu juga akan diterapkan Honda.

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan cara tersebut untuk menjaga perekonomian perusahaan setelah 'lesu' akibat pandemi corona.

HPM dikatakan Yusak juga akan 'jemput bola' memaksimalkan layanan perawatan kendaraan di rumah dan pick up service ketimbang servis mobil dilakukan di dealer-dealer resmi Honda.

"Jadi layanan home service ke rumah pelanggan dan pick up service. Jadi sangat mudah, (konsumen) bisa menghubungi website resmi kami, website resmi dealer," tutup Yusak. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]