BMKG Duga Dentuman Misterius Ulah Manusia

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 16:40 WIB
ilustrasi gempa Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ Morrison1977)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berasumsi sumber suara dentuman misterius di Bandung, Jabodetabek, hingga Jawa Tengah berasal dari aktivitas manusia, bukan suara alami.

Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG, Deni Septiadi, berasumsi suara dentuman bukan terjadi secara alami karena misalnya aktivitas seismik, vulkanik, petir, longsoran, hingga ledakan meteor di angkasa.


Dia berasumsi dentuman berasal dari sumber tidak alami seperti aktivitas militer berupa tembakan atau suara pesawat.


"Yang jelas saya sampaikan dari dua sumber suara, non alami dan alami. Yang terjadi di ketiga dentuman itu sangat mungkin sekali terjadi akibat sumber suara non alami dari aktivitas manusia. Kalau [asumsi] saya cenderung mirip suara meriam," kata Deni saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (22/5).

Deni juga mengatakan apabila suara dentuman didengar saksama seperti tembakan meriam yang beruntun. Ia mengatakan tidak mungkin suara seperti itu disebabkan secara alami.

Deni yang juga merupakan Dosen Meteorologi di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menjelaskan sumber suara dari aktivitas seismik, vulkanik, petir atau ledakan di atmosfer bisa diabaikan karena tidak ada data yang menunjukkan aktivitas ketiga hal tersebut.

Sedangkan proses stratifikasi atmosfer juga bisa diabaikan karena dinilai belum cukup kuat untuk menghasilkan suara.

Stratifikasi atmosfer menunjukkan bahwa atmosfer memiliki lapisan-lapisan yang heterogen sehingga objek suara yang melewatinya akan mengalami proses resonansi atau amplifikasi.

Skyquake bisa terjadi karena proses stratifikasi atmosfer yang mampu meresnonansi dan mengamplifikasi suara di atmosfer sehingga bisa menghasilkan suara misterius.

"Saya sampaikan proses kerapatan di ekuatorial itu lintang tinggi dan berbeda signifikan jadi kalau terjadi di Indonesia sepertinya agak sulit jika sumber suara primer itu terjadi di angkasa," ujar Deni.


Pada Kamis (21/5) warga Bandung, Jawa Barat dihebohkan dengan suara dentuman 'misterius'. Dentuman serupa juga sempat didengar warga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 11 April.

Setelah itu tepat sebulan kemudian, pada 11 Mei, warga Jawa Tengah juga mendengar dentuman yang sama.

Banyak ahli mengeluarkan pendapatnya masing-masing terkait dentuman di Jakarta dan sekitarnya. Ada yang mengatakan disebabkan petir dan ada pula yang bilang berasal dari Gunung Anak Krakatau.

Pendapat soal Gunung Anak Krakatau dipicu aktivitas erupsi yang terjadi berdekatan dengan suara dentuman. Namun Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten melaporkan tak mendengar dentuman.

PVMBG dan BMKG mengatakan dentuman di Jawa Tengah tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas erupsi gunung di Jawa Tengah. Hingga saat ini, sumber dentuman di Pulau Jawa masih misterius. (jnp/fea)

[Gambas:Video CNN]