BMKG: Dentuman di Bandung Tak Disebabkan Gempa Bumi dan Petir

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 21/05/2020 12:36 WIB
Area Pasar Baru Bandung tutup untuk mencegah penyebaran virus corona, Senin (18/5). Ilustrasi suara dentuman di Bandung. (Foto: CNN Indonesia/Melani Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan suara dentuman di Bandung, Jawa Barat belum bisa dijelaskan asal usulnya.

Kepada BMKG, warga melaporkan suara dentuman terdengar antara pukul 08.30 hingga 09.30 WIB hari ini Kamis (21/5) pagi di Bandung.

Daryono mewakili BMKG tidak ingin berspekulasi terkait suara dentuman yang terdengar berulang kali di langit Kota Bandung tersebut.


"[Suara] Masih misterius, sulit [diselidiki asal usul suara dentuman di Bandung]," kata Daryono kepada CNNIndonesia.com via pesan singkat.

BMKG menjelaskan tiga poin terkait suara dentuman di Bandung yang bisa dipahami oleh masyarakat.

1. Hasil monitoring BMKG tidak ada aktivitas gempabumi signifikan yang terjadi di Bandung dan sekitarnya sejak pukul 00.00 hingga 10.00 WIB.

2. Cuaca di Bandung dan sekitarnya sejak pagi hari ini [Kamis (21/5)] hingga pukul 10.00 WIB dalam kondisi cerah dan berawan, serta tidak terjadi hujan.

3. Hasil monitoring petir menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan tidak ada kejadian petir di Bandung dan sekitarnya antara pukul 08.30 s/d 10.00 WIB.

BMKG menyimpulkan berdasarkan data tersebut, suara dentuman di Bandung tidak bersumber dari peristiwa gempa bumi, petir, atau cuaca di Bandung dan sekitarnya.

Daryono mengaku masih menganalisis suara dentuman itu, sebab beberapa kali suara dentuman misterius itu terdengar Jabodetabek dan sebagian warga di wilayah Jawa Barat, Yogyakarta, dan Solo. (mik)

[Gambas:Video CNN]