Warganet Kenang 14 Tahun Gempa 57 Detik Yogyakarta

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 07:40 WIB
Warga melihat bangunan sekolah ambruk akibat gempa bumi di kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi Selasa (10/3/2020) mengakibatkan ratusan rumah rusak di enam kecamatan meliputi Kabandungan, Kalapanunggal, Parakansalak, Cidahu, Cikidang dan Ciambar. ANTARA FOTO/Budiyanto/agr/foc. Ilustrasi gempa bumi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tepatnya 14 tahun lalu, 27 Mei 2016, gempa bumi melanda wilayah Yogyakarta. Sejumlah warganet kemudian menggagungkan tagar 14 tahun gempa Jogja demi mengenang bencana alam yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia tersebut.

#14TahunGempaJogja masuk ke jajaran topik terpopuler Twitter pagi ini. Akun @plesirjogja mencuitkan bahwa gempa Yogyakarta 2006 lalu mengakibatkan ribuan korban meninggal dan bangunan rusak berat.

"Masyarakat Jogja segera gotong-royong sambatan, saling bantu. 14 tahun lalu adalah momen penuh haru," cuit @plesirjogja, Rabu (27/5).




Akun tersebut juga mengutip pernyataan Sultan Hemengku Buwono X yang menekankan bahwa untuk menyelesaikan bencana warga harus gumregah dan bangkit.





Sementara akun @aryyadhikap16 menguatkan agar tidak larut dalam meratapi peristiwa gempa bumi yang terjadi selama 57 detik 14 tahun lalu tersebut.

"Mengenang bukan meratapi, Jogja Bakoh," cuitnya.





Adapun akun @daenyangjwi mengenang saat rumahnya rata akibat gempa dan bersyukur keluarganya masih terlindungi.



Akun @santafala_kp8 mengajak warga untuk mengenang gempa Yogyakarta untuk ingat atau eling dan meningkatkan kewaspadaan.

"dulu Gusti pernah kasih gempa, supaya kita tetap eling lan waspada," cuitnya.



Gempa yang berpusat di kabupaten Bantul 14 tahun lalu itu terjadi sekitar pukul 05.53 WIB dengan kekuatan 5,9 Skala Richer (SR) Meski terbilang singkat, beberapa keterangan menyembut tidak sampai satu menit, gempa bumi itu sanggup menghancurkan ratusan bangunan dan menyebabkan ribuan meninggal dunia.

Data BPBD Bantul tercatat jumlah korban meninggal di wilayah Bantul ada 4.143 korban tewas, dengan jumlah rumah rusak total 71.763, rusak berat 71.372, rusak ringan 66.359 rumah.

Total korban meninggal gempa DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, seperti di Klaten, tercatat mencapai 5.782 orang lebih, 26.299 lebih luka berat dan ringan, 390.077 lebih rumah roboh.



(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]