Astronom Temukan Galaksi Cincin Api Kuno yang Langka

eks, CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 13:22 WIB
PRC9301
Cygnus Loop
Release date = 1/7/93
Instrument = WF/PC
Investigator = J. Hester (Arizona State Universtity) Ilustrasi (dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti temukan galaksi langka berbentuk cincin api atau donat titanic. Ini adalah bentuk yang sangat langka di antara galaksi-galaksi lain di semesta.
 
Galaksi berbentuk cincin datar yang berisi bintang ini berbeda dari galaksi pada umumnya. Sebab, biasanya galaksi berbentuk tonjolan yang berisi banyak bintang di bagian tengah.

Bentuk seperti donat ini bukan hasil proses internal. Tapi bolongan di tengah galaksi merupakan hasil tabrakan dengan galaksi lain yang menghabisi bagian tengah inti galaksi cincin api ini.

[Gambas:Youtube]


Sebelumnya, para astronom juga sempat menemukan galaksi cincin api. Tapi, galaksi itu terbentuk dari hasil internal. Hanya 1 dari seribu galaksi modern yang terbentuk akibat tabrakan dengan objek lain.

Bentuk aneh ini tidak pernah ditemukan sebelumnya. Para peneliti menyebut temuan ini bisa mengubah pengetahuan soal bagaimana galaksi terbentuk untuk pertama kali.

Galaksi langka ini dinamakan R5519. Galaksi ini berjarak 10,8 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini adalah yang pertama ditemukan dalam jarak sejauh itu.

Cincin di sisi luar R5519 sangat luas, rata-rata sekitar 42.400 tahun cahaya. Lubang di bagian tengah diperkirakan 17.612 tahun cahaya. Peneliti menyebut ada tanda-tanda bekas "tindak kekerasan" pada bagian tengah akibat tabrakan dengan galaksi lain.

Beberapa galaksi cincin tampaknya memiliki formasi yang relatif tenang, dihasilkan oleh proses seperti resonansi orbital atau pertambahan material dari galaksi terdekat lainnya. Diperkirakan galaksi ini terbentuk di era semesta pertama kali terbentuk.

"Ini adalah objek yang sangat menarik yang belum pernah kami temukan sebelumnya," jelas astronom Tiantian Yuan dari tempat penelitian antariksa Australia, ARC Centre of Excellence for All Sky Astrophysics in 3 Dimensions (ASTRO 3D).

Temuan tentang galaksi ini diumumkan pada jurnal Nature Astronomy, Selasa (26/5).

"(Galaksi ini) tampak aneh tapi sekaligus sangat dikenal," seperti dikutip Science Alert

Peneliti memperkirakan bentuk galaksi yang berhasil mereka amati itu merupakan penampakan galaksi tersebut 11 miliar tahun lalu. Sebab, tiap cahaya yang diamati di luar angkasa telah berumur. Sebagai contoh, cahaya matahari yang kita lihat di Bumi 8 menit 20 detik lebih lambat dari pancaran aslinya.

Melansir Forbes, sehingga para peneliti menyebut kemungkinan galaksi ini terbentuk tak lama setelah Big Bang terjadi. Big Bang sendiri terjadi 13,8 miliar tahun yang lalu. R5519 dipekirakan berumur 3 miliar tahun cahaya kemudian. 

Ukuran cincin kosmik R5519 sanagat besar. Diameter galaksi donat raksasa ini dua miliar kali jarak Bumi-Matahari. Jarak ini disebut sebagai satuan unit astronomik (au). Namun, massa galaksi cincin api ini serupa dengan Bima Sakti.

Ukuran galaksi ini tiga kali lebih besar dari lubang hitam super masif yang ramai diberitakan tahun lalu. Lubang hitam supermasif di galaksi M87 ini adalah lubang hitam pertama yang berhasil di foto oleh para astronom.

Meski bolong akibat tertabrak galaksi lain, tapi galaksi ini masih aktif membentuk bintang seperti galaksi pada umumnya, seperti ditulis Live Science

Galaksi ini menghasilkan bintang 50 kalo lebih cepat dari Bima Sakti. Aktivitas ini sebagian besar terjadi pada bagian cincin galaksi. "Sehingga (galaksi) ini benar-benar cincin cahaya." (eks)

[Gambas:Video CNN]