New Normal, Ojol Gunakan Sekat Plastik Penumpang dan Sopir

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 17:11 WIB
Seorang pengguna ojek online menunjukkan aplikasi GoRide yang tidak tersedia di Kawasan Kalisari, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020). Peraturan Gubernur DKI Jakarta dalam pelaksanaan PSBB mengatur angkutan roda dua seperti ojek online maupun ojek konvensional dilarang membawa penumpang. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pras. Ilustrasi perusahaan transportasi daring. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengisyaratkan di sejumlah daerah akan diberlakukan new normal untuk menggairahkan aktivitas sosial dan ekonomi.

Menyikapi kondisi itu, Grab Indonesia punya rencana protokol kesehatan pencegahan penularan wabah corona (Covid-19) bila perusahaannya diizinkan mengaktifkan fitur order penumpang.

Pencegahan yang dimaksud yaitu menggunakan plastik pembatas antara pengendara dan penumpang. Penggunaan plastik itu terungkap melalui unggahan akun Instagram newdramaojol disertai caption new normal.


[Gambas:Instagram]

Pada unggahan itu memperlihatkan seorang pengendara motor lengkap dengan atribut Grab tengah menggendong pembatas terbuat dari plastik yang menyerupai tameng pada punggungnya.

"Grab sudah mulai pakai nih bersiap angkut penumpang," tulis pada unggahan tersebut, dikutip Kamis (28/5).

Grab Indonesia membenarkan mengenai hal tersebut, namun belum dapat mengungkapnya secara detail. Perusahaan berencana menyampaikan detail soal tameng itu mulai pekan depan.

Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno hanya menyampaikan bila perusahaan saat ini memang telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru kepada mitra jika ojek online kembali diizinkan beroperasi seperti semula di tengah pandemi.

Tri menjelaskan SOP tersebut berupa kewajiban pengendara selalu menggunakan masker, membersihkan tangan dengan hand sanitizer, mencuci dan membersihkan helm pelanggan, serta unit kendaraan disemprot dengan cairan disinfektan secara teratur, dan menawarkan masker dan penutup kepala kepada para pelanggan.

"Hal ini kami terapkan untuk mendukung usaha pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus sekaligus membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi new normal," kata Tri.

Perusahaan transportasi daring Grab dan Gojek mulai menonaktifkan fitur order penumpang pada 10 April, atau saat PSBB DKI Jakarta mulai diberlakukan.

Secara terpisah, Ketua Presidium Garda Indonesia (asosiasi ojek online) Igun Wicaksono menyambut baik antisipasi Grab melindungi mitra dan penumpang. Igun berharap biaya pengadaan sekat tersebut ditanggung perusahaan, dan tidak dibebankan kepada mitra pengemudi.

"Memang belum ada keterangan resmi soal itu. Tapi biasanya disuruh beli lalu bayarnya dicicil melalui potongan akun driver," kata Igun. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]