Penjualan Ambulans Disebut Naik kala Pandemi Corona

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 14:57 WIB
Petugas medis dari Ambulans Gawat Darurat Dinkes DKI Jakarta melakukan evakuasi seorang tunawisma di kawasan Pasar Baru. Jakarta, Selasa, 21 April 2020. Ilustrasi ambulans. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angka penjualan ambulans di Indonesia disebut naik di tengah pandemi corona (Covid-19). Kenaikan dialami tiga produsen otomotif.

Pertumbuhan penjualan ambulans dialami Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang menorehkan angka penjualan APV selama kuartal pertama mencapai 1.399 unit.

Dari total tersebut, 74 persen disumbang APV ambulans atau sebanyak 1.038 unit. Permintaan APV ambulans tersebut didominasi sektor pemerintahan (Dinas Kesehatan, Dana Desa, Pemerintah Daerah, Rumah Sakit Daerah) yaitu 88 persen (April 2020).


Ambulans ini dilengkapi perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk menangani penderita Covid-19.

"Di tengah pandemi ini, APV mendapat respons positif, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Ini terlihat dari meningkatnya angka penjualan sebanyak 262 unit di bulan Januari menjadi 358 unit di bulan April, sehingga secara kumulatif total penjualan APV selama kuartal I sebanyak 1.399 unit," kata Direktur Marketing SIS Donny Saputra dalam keterangan resmi dikutip, Jumat (29/5).

Sementara Toyota Indonesia juga mengklaim ada kenaikan penjualan ambulans berbasis Kijang Innova dan Hiace.

"Kami ada ambulans setelah di karoseri dan ada kenaikan permintaan, tapi jumlahnya kenaikannya saya harus cek lagi," kata Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi.

Perusahaan otomotif lain yang mendapati permintaan mobil yang dimodifikasi menjadi ambulans meningkat, yaitu Astra Daihatsu Motor dengan andalannya yaitu Luxio dan Gran Max.

Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso juga mengatakan pembelian kedua produk itu naik dua kali lipat mulai Januari-Maret 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Kami memang punya paket ambulans, tapi data yang naik tajam ini bukan yang pembeli paket ambulans. Tapi mereka beli yang biasa, namun dari data kepolisian (Samsat) mereka registasi setelah gunakan karoseri sendiri menjadi ambulans, nah itu naik dua kali lipat," ucap Hendrayadi.

Berdasarkan data Samsat, Ambulans Gran Max naik jadi 30 unit (Januari-Maret 2020) dari sebelumnya 16 unit periode yang sama tahun lalu, sementara Luxio dari 13 unit juga naik menjadi 30 unit.

Hendrayadi mengatakan data registrasi di Samsat tersebut belum ditambah dengan pembeli borongan atau fleet Gran Max dan Luxio dari kalangan Polisi dan TNI yang diperuntukkan sebagai ambulans.

"Karena kalau mereka (TNI dan Polri) beli juga, nah nantinya diubah sendiri jadi ambulans. Tapi kalau TNI-Polri kan datanya tidak di Samsat seperti kita yang sipil ini," ucap Hendrayadi.

Menurut Hendrayadi kebutuhan ambulans di tengah pandemi sangat tinggi. Konsumen berdatangan dari kalangan rumah sakit swasta, pemerintahan, dan yayasan.

"Mungkin bisa keliatan kenaikan signifikan pembelian buat ambulans April dan Mei ini. Tapi untuk April datanya di Samsat belum keluar sekarang," tutup Hendrayadi. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]