Tahun ini, FGPH mengusung tema Affordable Health Care for All, dengan agenda untuk memastikan keberadaan sebuah sistem kesehatan yang tangguh, meliputi pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Salah satu hal terpenting, pemerataan pelayanan kesehatan itu sendiri untuk semua lapisan masyarakat, khususnya obat-obatan.
Direktur Sosial & Budaya Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemenlu RI, Kamapradipta Isnomo mengatakan pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata pentingnya isu kesehatan global yang merupakan isu bersama dan bersifat lintas sektoral, juga batas negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamapradipta mengungkap harap, agar di akhir pertemuan ada kerja sama nyata untuk pembuatan vaksin dan obat-obatan dengan harga terjangkau, juga pemerataan distribusi ke semua lapisan masyarakat. Sementara, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes RI Acep Somantri menekankan pentingnya sinergi antara politik luar negeri dan kebijakan kesehatan global untuk mendukung solidaritas dan kolaborasi dalam penanganan Covid-19.
Sebelumnya, Indonesia juga berpartisipasi dalam WHO Solidarity Trial, yang bertujuan mempercepat penemuan obat dan vaksin yang berkualitas, manjur, dan aman. Solidaritas Trial itu menunjukkan bahwa saat ini, dunia menggalang kerja sama riset untuk mengatasi Covid-19.
Forum Global Public Health 2020 diselenggarakan secara virtual pada 2 Juni 2020. (Foto: Bio Farma) |
"Diplomasi kesehatan global menyatukan disiplin kesehatan masyarakat, urusan internasional, manajemen, hukum dan ekonomi dan berfokus pada negosiasi yang membentuk dan mengelola lingkungan kebijakan global untuk kesehatan. Hubungan antara kesehatan, kebijakan luar negeri dan perdagangan menjadi hal yang baru dalam diplomasi kesehatan global," katanya.
Terkait pembuatan vaksin, dalam jangka panjang Bio Farma tergabung dalam konsorsium nasional pengembangan vaksin bersama Eijkman dan Litbangkes. Sementara untuk jangka pendek, Bio Farma akan berkolaborasi dengan lembaga riset luar negeri seperti Coalition for Epidemic Preparedness Inovation (CEPI) dari Norwegia, serta manufacturer dari China yang telah diakui WHO dan bersedia memberi transfer teknologi.
Rahman menjelaskan, sebagai induk Holding Farmasi, Bio Farma memiliki kompetensi dalam bidang bioteknologi yang berkembang ke arah lifescience. Selaku anggota, Indofarma akan fokus ke herbal medicine dan berkembang ke alat kesehatan, dan Kimia Farma fokus ke chemical medicine, baik untuk obat maupun bahan baku obat. (rea)
Forum Global Public Health 2020 diselenggarakan secara virtual pada 2 Juni 2020. (Foto: Bio Farma)