Fakta Unik Astronaut NASA yang Dikirim Pakai Kapsul SpaceX

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 13:50 WIB
Peluncuran roket pesawan ruang angkasa nasa spacex Ilustrasi (dok. NASA/Joel Kowsky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengirimkan astronaut veteran NASA Bob Behnken dan Doug Hurley ke luar angkasa menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon.

Kapsul Crew Dragon itu meluncur dengan dorongan dari roket Falcon 9 SpaceX. Setelah mengantarkan kapsul ke orbit, roket ini kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Atlantik.

Pendaratan dilakukan di atas kapal drone "Of Course I Still Love You" milik SpaceX. Roket ini bakal dipakai ulang pada peluncuran berikutnya.


Kepergian keduanya bagian dari uji penerbangan Demo-2, misi penerbangan kru pertama yang terbang ke orbit dari AS sejak program pesawat ulang-alik berakhir pada 2011.

Misi Demo-2 diluncurkan dari NASA Space Center di Florida pada Sabtu (30/5), dan mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) 19 jam kemudian dan mengait mulus di ISS.

Berikut sejumlah fakta soal astronaut SpaceX dan misi yang mereka emban di ISS. 


1. Punya dua komandan
Demo-2 dikomandani oleh dua orang. Sementara sebagian besar misi luar angkasa manusia memiliki satu komandan saja.

Melansir Space, Hurley dan Behnken memiliki perannya masing-masing selaku komandan. Hurley berperan sebagai komandan pesawat ruang angkasa Crew Dragon dan Behnken sebagai komandan operasi gabungan. 

2. Alasan dua komandan
NASA membeberkan misi kali ini mesti menggunakan dua komandan lantaran punya tanggung jawab berbeda. Sebagai komandan operasi gabungan, Behnken memiliki tanggungjawab khusus untuk membawa Crew Dragon mencapai dan terhubung dengan stasiun luar angkasa.

Sedangkan Hurley bertanggung jawab atas peluncuran, pendaratan, dan pemulihan kapsul Crew Dragon yang sekarang secara resmi bernama Endeavour.

3. Misi dan Space Walk di ISS
Para astronaut juga berbagi sejumlah tanggung jawab dan akan bekerja sama dengan astronaut NASA Chris Cassidy yang telah lebih awal berada di ISS.

Mereka bakal ikut ambil bagian dalam beberapa perjalanan ruang angkasa (space walk) di luar stasiun. Space walk ini dilakukan untuk meningkatkan baterai array surya di antara pekerjaan pemeliharaan ISS lain.

4. Habiskan empat bulan di ISS
Para astronaut dijadwalkan akan menghabiskan waktu sekitar satu hingga empat bulan di stasiun ruang angkasa untuk bekerja dan membantu Cassidy.

Namun, tujuan utama dari misi itu adalah untuk menunjukkan kemampuan kapsul Crew Dragon dapat dengan aman mengangkut penumpang manusia ke (dan dari) stasiun luar angkasa.

Dengan keberhasilan misi pertama ini, SpaceX akan kembali untuk meluncurkan Crew-1 pada 30 Agustus 2020. Misi Crew-1 adalah penerbangan astronaut operasional pertama untuk NASA.

Melansir CNET, SpaceX kembali berencana meluncurkan misi satelit Starlink setelah sukses mengirim astronaut ke ISS dengan pesawat Crew Dragon. Dalam misi selanjutnya itu, Falcon 9 yang membawa satelit akan mencoba pendaratan di laut. (jps/eks)

[Gambas:Video CNN]