Ilmuwan Buat Model untuk Amati Pertumbuhan Lubang Hitam

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 13:05 WIB
This image released Wednesday, April 10, 2019, by Event Horizon Telescope shows a black hole. Scientists revealed the first image ever made of a black hole after assembling data gathered by a network of radio telescopes around the world. (Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP) Ilustrasi lubang hitam. (Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan ilmuwan astrofisika dari Universitas Harvard dan komunitas The Black Hole Initiative (BHI) mengungkapkan mereka telah mengembangkan beberapa model baru untuk melihat pertumbuhan lubang hitam (black hole).

Model baru mereka itu telah dipresentasikan pada pertemuan virtual American Astronomical Society dan diterbitkan secara bersamaan di The Astrophysical Journal.

Menurut hasil penelitian, tujuan pengembangan model terbaru bertujuan untuk memprediksi apakah pertumbuhan lubang hitam terjadi lewat proses akresi atau merger dominan.


Maksud akresi pada astrofisika adalah istilah yang digunakan untuk dua proses yang berbeda. Pertama adalah bertumbuhnya sebuah objek besar di mana gravitasi objek tersebut menarik lebih banyak materi seperti gas.

Dan yang terakhir yaitu tabrakan dan menempelnya debu mikroskopis yang dingin dan partikel es elektrostatis.

Studi para ilmuwan Harvard dan BHI menunjukkan bahwa saluran pertumbuhan utama bergantung pada massa lubang hitam dan pergeseran garis merah.

"Lubang hitam dapat tumbuh dalam dua cara. Mereka dapat mengumpulkan massa dari ruang di sekitar mereka atau mereka dapat bergabung satu sama lain membentuk satu lubang hitam yang lebih masif," kata ilmuwan Fabio Pacucci dikutip dari Phys.

"Kami saat ini percaya bahwa lubang hitam yang pertama mulai terbentuk dari populasi bintang pertama kali, lebih dari 13,5 miliar tahun yang lalu," lanjut dia.

Sebelumnya, ada penelitian yang menyebutkan bahwa lubang hitam tumbuh dari proses akresi. Sebab, laju rotasi atau putarannya secara fundamental mempengaruhi cara area di sekitar lubang hitam untuk memancarkan cahaya.

Menurut Pacucci, pertumbuhan lubang hitam melalui proses akresi maka cahaya lubang itu akan semakin terang. Hal ini dapat membantu para peneliti untuk mengamati objek yang lebih jauh seperti lubang hitam supermasif.

Ilmuwan pun percaya bahwa pertumbuhan lubang hitam memainkan peran kunci dalam evolusi galaksi karena tiap galaksi dinilai mengandung lubang hitam masif di pusatnya, yang dapat mengatur pembentukan bintang.

"Memahami bagaimana lubang hitam terbentuk, tumbuh, dan berevolusi bersama dengan galaksi adalah dasar bagi pemahaman dan pengetahuan kita tentang alam semesta," tutur Pacucci.

Setelah itu, akan ada pengamatan lanjutan untuk mendeteksi lebih banyak lubang hitam menggunakan X-Ray generasi terbaru dan diobservasi gelombang gravitasinya menggunakan instrumen penelitian Lynx, Athena, AXIS, dan LISA.

"Kami optimis di masa depan akan menemukan 'bayi' besar secara mengejutkan di pembibitan kosmik lubang hitam tetapi selama beberapa dekade mendatang kita akan mencari tahu dulu siapa orang tua mereka," pungkas Loeb.

Para ahli astrofisika sebetulnya telah lama memperdebatkan bagaimana lubang hitam tumbuh yang terbentuk selama 14 miliar tahun, seperti dikutip Astronomy.

Di satu sisi, ahli percaya bahwa lubang hitam tumbuh menjadi lebih besar karena menyedot banyak gas, tetapi ada juga yang mengatakan mereka tumbuh karena menghisap bintang.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]