Tak Mau Kalah dengan SpaceX, Rusia Akan Uji Coba Dua Roket

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 05:11 WIB
Roscosmos Ilustrasi Roscosmos milik Rusia. (https://www.facebook.com/Roscosmos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Rusia (Roscosmoc) menyatakan bakal menguji dua roket baru tahun ini dan melanjutkan program bulan pada 2021. Pernyataan itu muncul setelah SpaceX berhasil menjadi perusahaan komersial pertama di dunia yang menempatkan manusia ke orbit, menandakan awal era baru.

Selama bertahun-tahun, Rusia merupakan satu-satunya negara yang dapat mengangkut astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

"Kami tidak berencana untuk duduk diam. Tahun ini kami akan melakukan tes dua roket baru dan melanjutkan program bulan kami tahun depan," kata juru bicara Roscosmos, Vladimir Ustimenko, melansir AFP.


Ustimenko tidak merinci tes dan program tersebut. Namun, kepala badan antariksa Rusia Dmitry Rogozin mengatakan sebelumnya bahwa Rusia berencana untuk melakukan uji coba baru roket pembawa berat Angara musim gugur ini.

Rogozin juga mengatakan bahwa Rusia terus maju dengan pengembangan rudal balistik antarbenua yang baru, yakni Sarmat yang juga dikenal sebagai Satan 2 berdasarkan klasifikasi NATO.


Pada tahun 2018, Presiden Vladimir Putin pernah menyatakan bahwa Sarmat adalah salah satu senjata Rusia baru yang dapat membuat pertahanan NATO menjadi usang.

Selama ini, Badan antariksa Rusia telah menghasilkan banyak uang dengan mengangkut astronaut AS ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Untuk satu kursi di Soyuz, NASA harus mengeluarkan biaya sekitar US$80 juta.

Roscosmos pada pekan ini juga menyatakan bahwa Amerika Serikat masih membutuhkan Rusia.

Program luar angkasa Rusia terkenal karena berhasil mengirim manusia pertama ke luar angkasa pada tahun 1961 dan meluncurkan satelit pertama empat tahun sebelumnya.

Tetapi, sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Roscosmos telah terganggu oleh skandal korupsi dan serangkaian kemunduran lainnya, misalnya kehilangan pesawat ruang angkasa dan satelit dalam beberapa tahun terakhir.


Melansir Space, Angara adalah roket buatan Rusia yang telah dikembangkan sejak 1990-an. Roket itu adalah roket Proton yang saat ini digunakan untuk meluncurkan satelit ke orbit rendah-Bumi (LEO).

Angara pertama kali diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome, yang berjarak sekitar 500 mil (800 kilometer) utara Moskow. Mulai tahun 2024, Angara juga akan diluncurkan dari Vostochny Cosmodrome di ujung timur negara itu.

Angara memiliki dua jenis, yakni Angara 1.2pp dan Angara A5, yang sedang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Produksi Luar Angkasa Negara Khrunichev di Moskow dan diperkirakan akan mengirim muatan ke orbit rendah Bumi seberat 8.400 hingga 54.000 lbs (3.800 dan 24.500 kg).

Saat ini, hanya Angara 1.2 yang dipasarkan di International Launch Services, sebuah perusahaan komersial yang menjual ruang muatan di peroketan Rusia

Terpisah, Presiden AS Donald Trump juga bersumpah AS akan kembali ke Bulan pada tahun 2024 saat berbicara setelah peluncuran SpaceX di Kennedy Space Center. Bahkan dia menyatakan AS akan membangun kehadiran permanen dan landasan peluncuran ke Mars.

"Dan wanita pertama di Bulan akan menjadi wanita Amerika dan negara pertama yang mendarat di Mars adalah Amerika Serikat. Kita tidak akan menjadi nomor dua di mana saja," kata Trump.

Terkait dengan keberhasilan SpaceX, beberapa pejabat di Moskow berusaha meremehkan prestasi tersebut, Mereka menilai bukan sesuatu yang luar biasa.

"Itu adalah penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, bukan ke Mars," kata Alexey Pushkov, anggota majelis tinggi parlemen.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]