Dipaksa China, Apple Hapus Aplikasi Pocket Cast di App Store

CNN Indonesia | Jumat, 12/06/2020 04:40 WIB
The apple logo is projected on a screen before the start of a product launch event at Apple's headquarters in Cupertino, California, on September 10, 2019. (Photo by Josh Edelson / AFP) Ilustrasi Apple. (Josh Edelson / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple diketahui telah menghapus Pocket Cast, aplikasi podcast yang populer di iOS dan Android dari App Store di China. Pocket Cast adalah aplikasi kedua di China yang dihapus dari App Store.

Kebijakan menghapus Pocket Cast itu dilakukan setelah otoritas siber China menilai aplikasi itu berbahaya. Mereka menilai aplikasi itu dapat digunakan untuk mengakses konten yang dianggap ilegal di China.

Melansir The Verge, Pocket Casts mengaku tidak mempersoalkan kebijakan China mengeluarkan larangan tersebut. Mereka menilai hal itu sebagai konsekuensi atas keyakinan bawah podcast harus tetap menjadi media terbuka, bebas dari sensor pemerintah.


"Karena itu kami tidak akan menyensor konten podcast atas permintaan mereka. Kami memahami itu membuat aplikasi kami tidak tersedia alam iOS di China. Ini merupakan langkah yang perlu diambil oleh perusahaan sehingga membuat podcasting menjadi istimewa," kata Pocket Casts dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter.


Pocket Casts mengklaim Apple tidak secara spesifik menjelaskan konten mana yang melanggah hukum China. Apple mengarahkan untuk mengklarifikasi secara langsung kepada otoritas siber China.

Aplikasi Pocket Casts diketahui dihapus sekitar dua hari setelah Apple menghubungi pengembang. Dari sisi pengguna, China berada dalam tujuh besar dan dianggap terus mengalami perkembangan.

Selain Pocket Casts, aplikasi podcast iPhone bernama Castro juga dihapus dari App Store di China. Apple juga tidak memberikan informasi spesifik kepada Castro tentang konten apa yang melanggar peraturan Tiongkok.


Melansir Digital Trends, Apple belum merilis pernyataan publik mengenai langkahnya mengahpus Pocket Casts dari App Store China. Namun, Apple dalam beberapa kesempatan telah melangkahi garis kebebasan berbicara dan memenuhi permintaan sensor China.

Bulan Oktober tahun lalu, Apple itu menghapus aplikasi berita Quartz karena aktif meliput protes Hong Kong. Baik aplikasi dan situs web Quartz hingga saat ini masih belum tersedia di China.

Sebulan kemudian, Apple juga menghapus HKmap.live, aplikasi pemetaan keramaian yang digunakan oleh para pemrotes Hong Kong untuk menandai lokasi keberadaan polisi dan penutupan jalan.

Dalam sebuah pernyataan, CEO Apple, Tim Cook mengatakan pencopotan aplikasi itu karena digunakan dengan cara yang membahayakan penegakan hukum dan penduduk di Hong Kong.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]