Cara Aman Berkendara Hadapi Gerombolan Pesepeda Kala Corona

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 09:11 WIB
Warga memadati area car free day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta Pusat meski secara resmi area tersebut belum bebas kendaraan bermotor di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, warga mayoritas  berolahraga sepeda. Minggu (7/6/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi gerombolan pesepeda kala corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Usai pemerintah memberi kelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), muncul kebiasaan baru di tengah masyarakat yakni bersepeda. Kegiatan tersebut kini mudah ditemui, baik perorangan maupun pesepeda secara bergerombol di jalan raya.

Bersepeda tentu menjadi kegiatan positif, namun ini perlu menjadi perhatian khusus pengguna jalan lain terutama pengendara motor dan mobil.

Praktisi keselamatan berkendara Jusri Pulubuhu mengatakan menghadapi pesepeda di jalan raya kita diharuskan meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kelengahan pengemudi di jalan raya berujung kepada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda.


Alasan Jusri, pesepeda memiliki tingkat resiko jatuh yang besar karena rentan pada keseimbangan. Pesepeda juga kerap bermanufer tanpa mengindahkan keadaan disekeliling.

"Sepeda itu tipis dan ringan, beda dengan motor yang memiliki bobot tertentu. Jadi sepeda tentu rentan dengan keseimbangan disamping mereka lincah dan dinamis, mereka juga sering melakukan manufer mendadak," kata Jusri saat dihubungi, Rabu (24/6).

Kata Jusri untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pengguna kendaraan harus selalu menjaga jarak aman. Kita tidak disarankan melaju beriringan dengan sepeda.

Dengan jaga jarak, Jusri mengatakan pengguna kendaraan punya ruang mengindar jika sewaktu-waktu pesepeda jatuh tiba-tiba, atau saat mereka melakukan manufer mendadak.

"Dengan meningkatkan kemampuan antisipasi, dan selalu mempersiapkan ruang untuk menghindar. Ini meminamilisir peluang kecelakaan dengan pesepeda," ungkap Jusri.

Jaga jarak dengan gerombolan sepeda bisa dengan mengurangi kecepatan sehingga kita berada jauh di belakangnya atau langsung menyalipnya.

Tapi pastikan kita melakukan komunikasi lebih dahulu dengan gerombolan pesepeda itu dengan membunyokan klakson atau bisa juga 'mengedipkan' lampu.

"Jangan berah di dekat mereka, mau mereka ada di depan, samping atau di belakang. Jadi ciptakan ruang aman buat kita pengendara. Ingat gagal mengantisipasi dapat menjadi penyebab kecelakaan," kata Jusri.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]