Dua Eksoplanet Mirip Bumi Berjarak 10 Tahun Cahaya Ditemukan

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 06:48 WIB
Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menemukan exoplanet yang mengorbit di satu bintang tunggal seperti di tata surya tempat manusia hidup. Planet berbatu tersebut dapat mendukung keberadaan air cair dan NASA mengatakan planet ini sangat mirip dengan Bumi. Ilustrasi eksoplanet. (Screenshot via web Nasa.Gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom menemukan dua eksoplanet super di tata surya dengan bintang GJ 887 atau Gliese 887 yang disebut mirip dengan Bumi. Bintang merah kerdil ini memiliki fungsi serupa Matahari. Planet di tata surya itu juga mengelilingi Gliese 887.

Gliese 887 memiliki berat antara 7,5 persen hingga 50 persen dari massa Matahari. Sementara dari jarak, Gliese 887 berjarak sekitar 10,7 tahun cahaya dari Bumi. Gliese merupakan bintang ke 12 yang paling dekat dengan Bumi

Pada panjang gelombang yang terlihat, Gliese 887 adalah bintang merah kerdil paling terang di langit, dengan hampir setengah massa matahari. Gliese 887 adalah bintang merah kerdil terberat dalam jarak hingga 20 tahun cahaya dari Bumi.


Gliese 887 memiliki setidaknya dua eksoplanet yang mirip Bumi, keduanya dijuluki Gliese 887 b dan Gliese 887 c. Gliese 887 b memiliki massa sekitar 4,2 kali massa Bumi dan mengorbit pada jarak hanya 6,8 persen dari unit astronomi (AU) dari bintangnya (satu unit astronomi adalah jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari).

Sementara Gliese 887 c memiliki massa sekitar 7,6 kali massa Bumi dan mengorbit pada Gliese 887 pada jarak 12 persen dari  AU.

Akan tetapi, peneliti mengatakan dua eksoplanet tersebut memiliki suhu yang terlalu panas untuk mendukung kehidupan seperti yang kita ketahui di Bumi. 

Di sisi lain, para peneliti juga menemukan bukti kemungkinan adanya planet ketiga lebih jauh dari Gliese 887.  Potensi planet ketiga ini mungkin terletak di dalam zona layak huni di tata surya Gliese 887, di mana permukaan suhu planet cocok untuk menampung air cair.

Dilansir dari Space, cahaya terang dari Gliese 887 bisa membantu para astronom untuk mempelajari lebih lanjut tentang atmosfer di tata surya tersebut.

Selain itu, Gliese 887 memiliki aktivitas yang lebih rendah daripada bintang merah kerdil lainnya. Faktor ini akan membuatnya lebih mudah untuk menganalisis atmosfer planet eksoplanet, karena aktivitas berlebihan dapat dikacaukan dengan sinyal atmosfer.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science pada 26 Juni. 

"Bintang Gliese 887 adalah bintang terbaik yang berada di dekat Matahari untuk memahami apakah eksoplanet memiliki atmosfer dan apakah mereka memiliki kehidupan, karena itu adalah bintang yang terang dan senyap," kata Pemimpin penulis studi Sandra Jeffers, seorang astrofisikawan di Universitas Göttingen Jerman.

Dilansir dari Independent, minimnya aktivitas ini menunjukkan bahwa Gliese 887 memiliki sebuah planet dalam zona layak huni. Sebuah planet tersebut memiliki peluang lebih besar untuk menopang kehidupan dibandingkan planet yang berada di bintang merah kerdil lainnya.

Bintang merah kerdil lainnya sering meledak dengan suar (flare) berbahaya.

Bintang itu ditemukan menggunakan High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) yang berbasis di European Southern Observatory di Chile. 

Mereka dapat menyimpulkan planet-planet di sekitar bintang dengan menggunakan teknik yang disebut "goyangan Doppler". Teknik ini memungkinkan mereka menyaksikan pergerakan kecil bintang yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet-planet di sekitar bintang. 

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]