Mengenal Fitur Google Translate Si Kamus Berjalan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 13:07 WIB
SHANGHAI, CHINA, DECEMBER - 2018 - Man using google translate to read chinese letters at people square, shanghai, china Selain menerjemahkan dalam bentuk teks, berikut fitur Google Translate lain yang bisa dimanfaatkan untuk alih bahasa secara mudah, real-time, dan tanpa delay. (Foto: istockphoto/Rudimencial)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia teknologi terus berkembang, kehadirannya kian memudahkan manusia. Jika dulu cetakan kamus adalah senjata bagi mereka yang hendak tahu arti-arti kata dalam bahasa asing, namun sejak era 2000-an teknologi menghadirkan kamus berjalan bernama Google Translate.

Aplikasi penerjemah ini memungkinkan penggunanya mengartikan teks dalam satu bahasa dan mengubahnya menjadi teks berbahasa lain dalam waktu singkat (real-time) dan proses translasi tanpa delay secara online.

Kalimat berbahasa Sunda 'abdi bogoh ka maneh' yang dalam bahasa Indonesia berarti 'aku sayang kamu' kini dapat dengan mudah diartikan si kamus berjalan ini ke dalam lebih dari 100 bahasa di belahan dunia lainnya, seperti Inggris, Perancis, Arab, Jepang, hingga Makedonia.


Sending I love you text message with mobile phone. Online dating, texting or catfishing concept. Romance fraud, scam or deceit with smartphone. Man writing comment. Fake profile. Internet safety.Google Translate dapat menerjemahkan hingga lebih dari 100 bahasa di dunia (Foto: Istockphoto/Tero Vesalainen)


Awal Mula Google Translate

Mulanya, Google Translate hanya terbatas menerjemahkan dalam satuan kata dan frasa. Ini karena algoritma yang digunakan hanya membaca pola dan statistik (statistical machine translation/SMT), sehingga formulasi tata bahasanya buruk dan tidak akurat.

Namun, Google sebagai induk perusahaan terus melakukan inovasi pada aplikasi ciptaan Sergey Bin itu.

Seiring perkembangannya, pada akhir 2016 Google Translate beralih menggunakan Google Neural Machine Translation (GNMT). Sistem ini dapat menerjemahkan kalimat utuh sekaligus, bukan hanya mengartikan kata per kata bak robot.

Sehingga pengguna mendapatkan terjemahan yang paling relevan, yang kemudian kalimat tersebut disusun kembali dan diselaraskan sesuai dengan tata bahasa yang tepat.

Terakhir, Google Translate bahkan sudah bisa menerjemahkan bahasa yang terpampang pada papan jalan. Berikut 4 fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan dari Google Translate.

Fitur-fitur Google Translate

Google TranslateFitur Google Translate dapat menerjemahkan bahasa dari teks, suara, foto, dan dokumen (Foto: Screenshot via web translate.google.com)

1. Terjemahan Teks (Type to Translate)

Fitur ini adalah fitur klasik. Pengguna bisa mencari arti kata dalam bahasa lain yang hendak dicari dengan cara mengetiknya.

Pastikan aksara yang diketik benar dan sesuai dengan bahasa yang ada. Kendati demikian, biasanya jika tidak sesuai aplikasi dapat secara otomatis mendeteksi kata yang tepat. Setidaknya hingga saat ini ada 103 bahasa yang bisa diterjemahkan lewat fitur ini.

2. Terjemahan Suara (Speak to Translate)

Ilustrasi Ponsel Sony XperiaIlustrasi. Google Translate dapat menerjemahkan melalui perintah suara (Foto: Jeshoots)

Hanya dengan mengucapkan kata atau kalimat secara langsung atau dari orang lain, aplikasi dapat mengalihbahasakannya dengan cepat. Namun, ketika menggunakan fitur ini pastikan suara yang masuk jelas dan bersih.

Artinya, tidak ada gangguan di sekeliling karena akan memengaruhi arti dari bahasa yang digunakan. Tidak beda jauh, bila tidak sesuai biasanya mesin akan secara otomatis mencari kata yang tepat atau mungkin paling mendekati.

3. Terjemahan Kamera (Instant Camera Translation)

Ilustrasi memotret dengan smartphoneIlustrasi. Google Translate dapat digunakan untuk mengartikan tulisan dalam bahasa tertentu melalui media foto atau gambar (Foto: Sylwia Bartyzel)

Pengguna dapat menerjemahkan teks dalam foto yang telah diambil atau bisa juga mengambil foto baru melalui aplikasi Google Translate dengan mengetuk logo kamera.

Yang perlu dilakukan hanya mengarahkan kamera ke teks yang ingin diterjemahkan. Seperti teks pada papan jalan, pada rambu lalu lintas, dan lainnya. Cukup ikuti instruksi di aplikasi, tulisan itu akan otomatis dipindai dan diterjemahkan. Namun pastikan teks dalam gambar yang diambil tidak berukuran terlalu kecil, gelap, atau blur yang berdampak terjemahan menjadi kurang akurat.

4. Terjemahan Tulis (Write to Translate)

Gunakan pensil layar sentuh, jika tidak punya gunakan jari pun bisa. Biasanya ini digunakan untuk mendefinisikan bahasa yang tidak menggunakan alfabet latin atau aksara romawi.

Seperti bahasa Mandarin dengan aksara Hanzi, Thailand dengan aksara Thai, Korea dengan aksara Hangeul, Rusia dengan aksara Cyrillic, atau India dengan aksara Devanagari, dan sebagainya.

Tinggal ikuti saja bentuknya lalu turuti langkah-langkah yang diberikan aplikasi maka secara otomatis aksara itu akan diterjemahkan ke bahasa yang diinginkan.


Fitur Google Translate Offline

Google Translate juga bisa digunakan saat sedang tidak tersambung dengan internet (offline). Terlebih misalnya saat bepergian tanpa ada koneksi internet sama sekali atau memang sedang tidak ingin menggunakan paket data.

Untuk menggunakan Google Translate secara offline pada perangkat Android dan iOS, Anda cukup mengunduh dahulu aplikasinya. Pastikan mengunduh versi terbarunya. Berikut langkahnya:

1. Pastikan Anda terhubung ke jaringan Wi-Fi
2. Buka aplikasi Translate
3. Pilih menu di sisi kiri atas layar
4. Pilih offline translation
5. Pilih bahasa yang ingin digunakan secara offline, lalu Unduh (download)

Jika proses unduh bahasa sudah selesai, selanjutnya tinggal gunakan saja tanpa perlu terhubung internet. Keempat fitur Google Translate di atas pun bisa digunakan meski sedang offline.

(ndn/fef)

[Gambas:Video CNN]