Jawaban Honda Indonesia Soal PCX 150 Pakai Mesin VTEC

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 14:00 WIB
Touring Honda PCX Honda PCX 150. (Dok. Astra Honda Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astra Honda Motor (AHM) merespons dugaan model generasi baru PCX 150 yang datang dari media otomotif di Thailand. Menurut AHM pihaknya hingga saat ini masih fokus pada model PCX 150 yang diproduksi lokal sejak 2018.

Media di Thailand menyebut PCX 150 akan mengalami perubahan besar, salah satunya pada sektor mesin yang menggunakan teknologi VTEC (Variable Valve Timing & Lift Electronic Control) seperti mobil-mobil Honda.

VTEC merupakan teknologi yang dikembangkan Honda agar menghasilkan performa lebih mesin pada putaran mesin tinggi dan irit bahan bakar pada putaran mesin rendah. Cara kerja teknologi ini memanfaatkan pengaturan bukaan katup yang terkoneksi pada setidaknya dua profil camshaft.


Isu soal mesin baru PCX 150 memakai VTEC telah dikabarkan sejak gambar paten soal itu beredar di internet pada tahun lalu. Gambar paten itu mengindikasikan mesin memiliki empat katup, lebih banyak dari saat ini dua katup.

GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan pihaknya saat ini belum mempunyai rencana melakukan ubahan terhadap PCX 150. Fokus perusahaan disebut tetap memasarkan model yang ada dan dijual saat ini.

"Belum. Untuk Indonesia, kami masih fokus dengan model saat ini," kata pria yang akrab disapa Muhib itu melalui pesan singkat, Rabu (1/6).

PCX merupakan salah satu pionir skutik bodi gembrot di Indonesia. Motor ini dipasarkan pertama kali di Tanah Air pada 2010 dengan mesin 125 cc, kemudian menjadi 150 cc pada 2012.

Saat dijual pertama kali PCX 150 merupakan produk impor utuh dari Thailand, kemudian pada 2014 AHM memperoleh pasokan unit dari Vietnam.

Selang empat tahun atau pada 2018, AHM meluncurkan ubahan total pada PCX 150. Ubahan ini sekaligus mengubah status PCX dari produk impor utuh menjadi rakitan lokal Indonesia.

Honda PCXHonda PCX 150. (Dok. Astra Honda Motor)

Muhib melanjutkan pengembangan produk PCX 150 disesuaikan kebutuhan masing-masing negara terhadap konsumennya seperti yang dilakukan Thailand.

"Minat dan kebutuhan konsumen di setiap negara berbeda-beda," kata Muhib.

Selain soal VTEC, perubahan besar PCX 150 di Thailand juga dikatakan ada pada kapasitas mesin yang meningkat dari 149 cc menjadi 157 cc, serta sasis diganti menjadi versi eSAF (Enhandced Smart Arcitecture Frame) yang proses pembuatannya memakai proses produksi press serta pengelasan laser.

Sasis yang diklaim ringan ini sebelumnya sudah digunakan dua skutik Honda Indonesia yakni Genio dan Beat.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]