Teka-teki Penyebab Ratusan Gajah Mati Mendadak

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 20:45 WIB
Mahout memandikan gajah di kandang mereka. Ilustrasi gajah. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 350 ekor gajah dikabarkan mati di kawasan konservasi Botswana utara, Afrika, sejak Mei 2020. Otoritas Botswana mengaku belum mengambil sampel dari bangkai gajah untuk mengetahui penyebab kematian massal tersebut.

Awalnya, hanya 169 kematian gajah yang dilaporkan di Delta Okavango pada awal Mei 2020. Namun, kini jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan 70 persen kematian berada di sekitar sumber air pada pertengahan Juni 2020.

Terdapat sejumlah kemungkinan yang menyebabkan kematian massal gajah di Botswana. Kemungkinan pertama adalah keracunan yang diperkirakan diberikan oleh pemburu gading gajah.


Melansir Forbes, pemburu liar di Zimbabwe diketahui kerap menggunakan racun sianida untuk membunuh Gajah dan hewan liar lain. Akan tetapi, burung dan hewan pemakan bangkai yang ada di sekitar gajah yang mati tidak mengalami gejala keracunan. 

Meski demikian, warga lokal mengatakan burung nasar yang ada di sekitar bangkai tampak lebih sedikit dari biasanya.

Kemungkinan kedua adalah akibat patogen yang belum diketahui. Sebab, sampai saat ini karena pemerintah Botswana belum menguji sampel gajah yang mati itu. Sebelumya, gajah-gajah itu mati akibat Anthrax. Tapi kemungkinan itu kini telah dikesampingkan.

Selain itu, warga lokal mengatakan sejumlah gajah mati dengan posisi kepala tertunduk ke tanah. Sehingga, hal itu membingungkan sejumlah pihak.

Saksi mata setempat mengatakan beberapa gajah terlihat berjalan berputar-putar sebelum mati. Direktur konservasi di National Park Rescue yang berbasis di Inggris, Niall McCann situasi itu merupakan indikasi gangguan neurologis.

Saat ini, sejumlah gajah dari berbagai usia, baik jantan atau betina di Botswana dalam kondisi sekarat. Gajah-gajah tersebut tampak lemas dan kurus. Sehingga, ada kemungkinan ikut mati dalam beberapa pekan mendatang.

"Ini adalah kematian massal pada tingkat yang belum pernah terlihat dalam waktu yang sangat, sangat lama. Di luar kekeringan, saya tidak tahu kematian seperti ini," ujar McCann, seperti dikutip The Guardian

Hingga kini, gading dari gajah yang mati belum diamankan. Pihak konservasi telah mendesak pihak untuk menjaganya agar tidak diambil oleh pemburu.

Direktur departemen margasatwa dan taman nasional Botswana, Cyril Taolo mengatakan hasil pemeriksaan sampel membutuhkan waktu beberapa minggu. 

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]