Edukasi & Fitur

Sejarah Terciptanya Power Window Mobil

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 17:58 WIB
Kaca film yang gelap diyakini  pemilik mobil dapat menahan sinar matahari masuk ke dalam mobil secara langsung secara baik. Bahkan, dahulu ada istilah semakin gelap kaca film, berarti semakin baik mereduksi sinar matahari. Ilustrasi kaca mobil. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil pertama di dunia dibiarkan terbuka tanpa atap dan jendela otomatis seperti saat ini. Evolusi otomotif lantas membuat pabrikan melengkapi teknologi jendela itu semua pada mobil-mobil produksinya.

Perlu dipahami kaca pada mobil memiliki banyak fungsi, di antaranya membiarkan seisi kabin menikmati udara dari luar tanpa harus membuka pintu dalam perjalanan.

Sedangkan dari sisi keselamatan, kaca berfungsi sebagai akses evakuasi pengemudi dan penumpang kala pintu tak mendadak tak dapat dibuka saat mobil terlibat kecelakaan.

Mengutip Wisegeek, teknologi pada kaca mobil terus berkembang hingga sekarang. Sebelum teknologi kaca jendela mobil berkembang seperti saat ini. Pada pertengahan abad ke-20, kaca jendela hanya dioperasikan menggunakan engkol tangan.  

Engkol terletak pada panel pintu, sehingga memudahkan siapapun yang duduk dekat jendela mudah menjangkaunya. Kaca dapat dibuka dan ditutup dengan memutar engkol tersebut searah jarum jam atau sebaliknya kala ingin ditutup.

Saat engkol diputar, pelat yang menopang jendela kaca akan turun atau menaikkan jendela ke posisi yang diinginkan. Naik turunnya kaca juga dapat disesuaikan dengan keinginan. 

Inovasi kaca jendela mobil kemudian melahirkan sesuatu yang lebih praktis. Para insinyur otomotif lantas menelurkan sistem baru yakni mengoperasikan kaca jendela menggunakan saklar pada medio 1960-an atau power window.


Dengan power window, kaca mobil tidak lagi dibuka atau ditutup menggunakan engkol, melainkan hanya dengan menekan tombol atau mencungkilnya saat kaca hendak ditutup.


Bahkan kaca jendela saat ini juga bisa diatur dari luar kendaraan oleh pemiliknya melalui kunci pintar mobil.

Awalnya, fitur ini ditawarkan hanya pada mobil ekstra mewah, namun pada akhir 1970an, kebanyakan produsen mempertimbangkan sistem power window sebagai standar produk. 

Kaca Depan



Sementara itu kaca depan punya sejarah berbeda. Kaca depan dipasang untuk melindungi mata pengemudi dari debu, angin, bahkan pasir. Mengutip NJTZ, Sebelum ada kaca depan, pengemudi dan penumpang hanya menggunakan kaca mata saat bepergian dengan mobil.

Kemudian pada 1920an, pembuat mobil menambahkan kaca depan pada mobil. Namun, kaca depan tahap awal justru dianggap berbahaya karena saat pecah, kaca terbagi menjadi beberapa bagian besar yang dapat melukai seseorang.

Pada 1930an, Henry Ford, pendiri perusahaan Ford merancang kaca depan yang lebih aman. Kaca depan ala Ford berbentuk seperti roti lapis. Ford menyatukan dua kaca menjadi satu bagian menggunakan lapisan plastik.

Gagasan itu dimaksudkan untuk membuat seisi kabin lebih aman, karena lapisan plastik mencegah kaca tidak jatuh seperti pisau dan melukai penumpang serta pengemudi.

Selanjutnya pada 1950an, banyak pabrikan menggunakan kaca temper pada mobil. Namun kaca ini punya kelemahan yakni saat pecah partikel-partikel kecilnya dapat mengganggu pandangan pengemudi dan membuat kerusakan serius pada mata.

Lantas pada 1960an pabrikan dilarang menggunakan kaca temper pada bagian depan.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]