Facebook Uji Fitur Mirip Tiktok yang Diblokir India

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 02:37 WIB
FILE - This Feb. 25, 2020, photo shows the icon for TikTok taken in New York. India is banning 59 apps with Chinese links, saying their activities endanger the country’s sovereignty, defense and security. India’s decision comes as its troops are in a tense standoff with Chinese soldiers in eastern Ladakh in the Himalayas that started last month. India lost 20 soldiers in a June 15 clash. The government says the banned apps include TikTok, UC Browser, WeChat and Bigo Live, as well as the e-commerce platforms Club Factory and Shein, that are used in mobile and non-mobile devices connected to the Internet.(AP Photo) Ilustrasi Tiktok (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan raksasa media sosial populer, Facebook Inc mengatakan pihaknya tengah menguji coba fitur Reels yang dirancang seperti TikTok dan disematkan di Instagram. Fitur ini bakal merambah pasar India.

Tak sedikit kalangan yang menilai langkah Facebook itu didasarkan pada aksi blokir pemerintah India terhadap puluhan aplikasi seluler buatan China karena dianggap dapat mengancam keamanan nasional negaranya.

Sebab, aplikasi ini dinilai menambang dan profiling data yang akan mengancam kedaulatan, keamanan dan pertahanan nasional.


Dilansir dari Tech Crunch, Reels pertama kali diluncurkan di Brasil tahun 2019. Pengguna disuguhkan dengan aneka fitur penyuntingan dan efek-efek untuk menghasilkan video yang kreatif.

Awalnya Reels merupakan bagian dari Instagram Stories, namun akhirnya dipisahkan karena banyak pengguna yang menginginkan fitur ini berdiri sendiri.

Reels adalah percobaan kedua Facebook selaku induk perusahaan untuk menyaingi TikTok. Sebelumnya, perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg ini pernah meluncurkan aplikasi video Lasso, namun gagal di pasaran.

"Kami berencana untuk mulai menguji versi Reels yang diperbarui di lebih banyak negara," kata Juru Bicara Facebook kepada jurnalis Business Insider, dikutip The Verge.

"Reels adalah cara yang menyenangkan dan kreatif bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri. Kami senang membawa versi baru ini ke lebih banyak komunitas global kami. Saat ini belum ada rencana pasti kapan Reels bakal meluncur," lanjut dia.

Selain TikTok, Mobile Legends, aplikasi UC Browser, WeChat, Shareit, dan gim Clash of Kings dan Mobile Legends juga ikut dilarang di India.

Dilansir dari CNN, Tiktok cukup populer di India dengan jumlah pengguna sekitar 120 juta. Angka pengguna tersebut menjadi salah satu pasar terbesar TikTok yang dimiliki oleh ByteDance.

Juru bicara TikTok bahkan mengatakan manajemen tim di India menjadi langkah kritis bagi kesuksesan aplikasi.

"ByteDance memiliki anggota dengan jumlah dua ribu orang di India yang berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah untuk menerapkan dedikasi kami kepada keamanan pengguna dan berkomitmen kepada negara secara keseluruhan," kata juru bicara tersebut.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]