Mobil Listrik Suram di Thailand, Mercedes Siap Angkat Kaki

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 19:41 WIB
Mobil listrik Mercedes-Benz EQC 400 4MATIC.

----
EQC 400 4MATIC; designo diamantweiß bright;  AMG Line;designo Leder Nappa zweifarbig platinweiß pearl / schwarz;Stromverbrauch kombiniert: 20,8 – 19,7 kWh/100 km; CO2-Emissionen kombiniert: 0 g/km* ; *Stromverbrauch und Reichweite wurden auf der Grundlage der VO 692/2008/EG ermittelt. Stromverbrauch und Reichweite sind abhängig von der Fahrzeugkonfiguration

EQC 400 4MATIC; designo diamond white bright; AMG Line; Two-tone designo nappa leather platinum white pearl / black;Combined electric energy consumption: 20.8 - 19.7 kWh/100 km; combined CO2 emissions: 0 g/km* ; *Electric energy consumption and range have been determined on the basis of Regulation (EC) No. 692/2008. Electric energy consumption and range depend on the vehicle configuration Mercedes-Benz EQC 400 4MATIC. (Daimler AG/Daimler AG - Global Communicatio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federation of Thai Industries menjelaskan Mercedes-Benz kemungkinan menunda investasi untuk memproduksi kendaraan listrik di Thailand sebab pemerintah setempat dinilai tak punya arahan jelas terkait kebijakan kendaraan listrik.

Ketua Federation of Thai Industries Supant Mongkolsuthree mengatakan, setelah bertemu dengan para eksekutif Mercedes-Benz dan perwakilan Jerman di dalam negeri, Mercedes-Benz disebut menginginkan arah kebijakan yang jelas atau akan mengubah rencana proyek kendaraan listrik mereka di Thailand.

"Mercedes tidak yakin tentang kebijakan yang mendukung industri kendaraan listrik Thailand, karena pemerintah tidak melakukan tindakan lebih lanjut," kata Supant dilansir dari Bangkok Post, Selasa (7/7).


Supant menyebut tidak ada perkembangan yang relevan dengan regulasi kendaraan listrik di Thailand. Selain itu dia juga bilang belum jelas kapan jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik mulai tumbuh.

Mercedes-Benz dikatakan percaya kesuksesan kebijakan kendaraan listrik tergantung kepemimpinan pemerintah yang dilakukan dengan contoh, sambil melakukan itu disebut mampu meningkatkan permintaan domestik.

Mercedes-Benz sebelumnya sudah memiliki rencana agresif melebarkan proyek kendaraan listrik di Thailand dengan produksi lokal termasuk baterai.

Merek Jerman ini sudah mendaftar di Board of Investment untuk mengikuti program insentif kendaraan listrik pada akhir 2018 dan telah dikabarkan sudah mendapat lampu hijau. Namun sejauh ini belum ada investasi baru yang dikucurkan.

Pada tahun lalu Mercedes-Benz mengatakan ada kemungkinan mobil listrik EQC diproduksi lokal. Pada Februari perusahaan juga mengatakan akan memproduksi kendaraan listrik pada 2021.

Pabrik baterai baru Mercedes-Benz di Samut Prakan telah mulai beroperasi pada Desember 2019. Hasil produksi ditujukan untuk kendaraan plug-in hybrid, namun juga ditargetkan buat mobil listrik pada masa depan.

Supant menambahkan Mercedes-Benz khawatir tentang iklim bisnis di Thailand semasa pandemi Covid-19. Mercedes-Benz disebut takut pemerintah kemungkinan menolak memberikan bantuan pada perusahaan Eropa.

"Banyak bisnis terkena dampak Covid-19, tetapi mereka tidak bisa mengakes bantuan dari negara untuk membantu mereka. Itu karena banyak perusahaan Jerman tidak meminjam uang dari bank komersial Thailand. Tapi mereka butuh bantuan juga," kata Supant.

(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK