Fakta Teknologi Masker Respirator Istri KSAD Andika

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 11:04 WIB
masker clean space Masker clean space (Screenshot via web cleanspacetechnology.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masker transparan milik istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono mencuri perhatian publik. Masker tersebut menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Masker yang pakai Diah merupakan masker buatan Clean Space Technology seri Halo, bukan masker kain biasa.

Clean Space sendiri memiliki dua varian masker yaitu Halo dan Ultra. Untuk seri Ultra, dilengkapi dengan penutup wajah sehingga turut melindungi wajah.


Masker ini dibuat sebagai solusi untuk menghadapi berbagai penyakit pandemi yang menular lewat udara (airborne). Sebab, dengan masker ini disebut bisa membantu mengurangi sampah penggunaan masker dan menyaring udara lebih baik.

Utamanya, masker ini ditujukan bagi para pekerja medis yang kerap berhubungan dengan pasien, seperti dikutip dari laporan Clean Space

Dikutip dari situs resmi Clean Space Technology, berikut beberapa fakta masker Halo. 

1. Terinspirasi dari SARS, MERS, dan Influenza

Masker ini dibuat berdasarkan banyaknya penyakit pernapasan yang mewabah sebelum pandemi Covid-19. CleanSpace menyebut, penyakit seperti influenza, tuberculosis, ebola, MERS, H1N1, hingga SARS menjadi titik awal mereka membuat alat ini.

Sebab, mereka menyebut tingginya populasi urban dan frekuensi bepergian yang tinggi makin mendorong penyebaran penyakit yang menular lewat udara ke seluruh dunia dengan cepat.

2. Dibuat karena masker N95 tidak nyaman

Pembuatan masker ini juga dilakukan mengingat pemakaian masker N95 yang tidak nyaman.

"Peggunaan masker N95 punya kelemahan untuk melindungi pekerja medis, karena tidak pas digunakan, tidak nyaman karena panas, lembab, dan sulit bernapas," seperti tertulis dalam laporan Clean Space.

Selain itu, masker ini juga mudah dibuang, sehingga meningkatkan sampah dan mudah terjadi kekurangan pasokan. Sehingga, dibuatlah masker yang bisa dipakai ulang ini.

3. Diklaim mampu saring 99,97 persen partikel

 Masker diklaim memiliki kemampuan menyaring 99,97 persen partikel dengan ukuran  0,3 mikro ke atas, termasuk partikel biohazard.

4. Masker tergolong respirator

Masker ini tergolong dalam respirator tanpa selang dan helm. Artinya masker ini punya kemampuan lebih baik untuk menyaring partikel debu dan kotoran lain, termasuk virus dan bakteri.

Tak hanya itu, masker juga diklaim memiliki perlindungan yang lebih baik dari Powered Air Purifying Respirator (PAPR). 

5. Ringan, bisa digunakan selama 9 jam

Spesifikasi mengklaim, masker yang ditenagai baterai ini mampu bertahan selama 9 jam. Meski ukurannya terlihat besar, produk ini memiliki berat 350 gram.

6. Anti sesak

Teknologi AirSensit system di dalamnya diklaim bisa menyalurkan udara sejuk, tersaring yang lancar. Udara yang mengalir dari sumber udara diklaim merupakan udara yang sudah terfiltrasi sebanyak 230 L/menit selama 9 jam.

7. Transparan sehingga mudah berkomunikasi dan anti kabut

Masker juga dibuat transparan sehingga memudahkan pengguna untuk berkomunikasi. Tak hanya itu, masker berbahan bebas karet sehingga membuat masker tetap sejuk, menghilangkan kelembapan dan mencegah kacamata berkabut.

Masker ini terbuat dari silikon lembut yang disebut bisa menyesuaikan dengan bentuk wajah, tidak menyebabkan alergi dan infeksi kulit. Tersedia dalam tiga pilihan ukuran.

8. Tahan air

Punya fitur tahan air yang bisa digunakan pada kondisi hujan ringan atau di bawah guyuran rintik air. Sebab, perangkat ini punya sertifikasi IP 66.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]