Mobil Listrik Dipakai Jualan Nasi Pecel di Madiun

ryh, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 13:45 WIB
Mobil listrik buatan siswa SMK Model/Rujukan PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur. Mobil listrik siswa SMK Model/Rujukan PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur. (Tangkapan layar video CNNIndonesiaTV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 yang memicu pengangguran di Indonesia mendorong kreativitas siswa SMK di Madiun, Jawa Timur mencari solusi. Salah satunya yakni merancang mobil listrik sederhana yang bisa dipakai pengusaha kecil agar tetap bisa menghasilkan uang.

Mobil listrik itu dirancang oleh enam siswa dari SMK Model/Rujukan PGRI 1 Mejayan. Mereka telah membuat satu unit prototipe yang saat ini didesain agar bisa digunakan berjualan nasi pecel.

Desain mobil listrik ini mirip konsep mobil toko Daihatsu Hi-Max, namun ukurannya lebih kecil dan memakai komponen sederhana. Di kabin terdapat roda kemudi dan mobil listrik ini terlihat menggunakan ban sepeda atau motor di area kaki-kaki.


Seluruh area eksterior depan didominasi kaca transparan yang tujuannya untuk memperlihatkan dagangan di kabin. Sementara dagangan berupa telur, gorengan, dan lainnya ditempatkan di atas piring lalu diletakkan di area dasbor yang juga dibuat dari bahan kaca.

Meletakkan piring di kabin permukaan kaca yang licin bisa jadi kekhawatiran tersendiri pasalnya menurut salah satu siswa, Febry Aria Tama, mobil ini bisa bergerak hingga 40 km per jam.

Saat diam, jendela di area belakang dapat dibuka untuk menjajakan dagangan lebih banyak. Desain mobil listrik ini dikatakan bisa disesuaikan keinginan pedagang, misalnya mau berjualan peralatan rumah tangga, alat tulis, minuman instan, atau yang lainnya.

Febry juga menjelaskan sumber energi mobil listrik didapat dari aki 12 V yang bila dicas selama tiga jam mampu dipakai berkendara sejauh 90 km.

Sampun Hadam, Kepala Sekolah SMK Model PGRI 1 Mejayan, menjelaskan, proses pembuatan kendaraan listrik ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan biaya Rp15 juta. Ia mengatakan ada kemungkinan prototipe beralih menjadi produksi massal.

"Karena ini kan masih rancang bangun, masih coba-coba, itu butuh waktu. Kalau ini nanti diproduksi massal paling satu unit itu tidak sampai satu minggu selesai," ucap Sampun seperti disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu (7/7).

[Gambas:Youtube]

(fea)

[Gambas:Video CNN]