Jenis Makanan yang Layak Dikonsumsi Astronaut di Luar Angkasa

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 09:37 WIB
NASA astronaut Nick Hague, a member of the International Space Station (ISS) expedition 57/58, gestures from inside a bus prior to the launch of the Soyuz MS-10 spacecraft at the Russian-leased Baikonur cosmodrome in Kazakhstan on October 11, 2018. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP) Ilustrasi. (Foto: Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Misi Analog dan Simulasi Eksplorasi Antariksa Hawaii (HI-SEAS) NASA, Dokter Sian Proctor menjelaskan bagaimana ia dan tim menyiapkan makanan untuk para astronaut Amerika Serikat yang bakal menjalankan misi ke luar angkasa termasuk Planet Mars.

Menurut Proctor makanan yang disiapkan untuk astronaut bertahan hidup di luar angkasa tidak bisa sembarangan. Dijelaskan Proctor, ada dua tipe makanan untuk astronaut, yaitu makanan beku dan kering lalu pengemasan juga mesti steril.

Selain itu makanan harus memenuhi sejumlah kriteria supaya dianggap layak untuk dikonsumsi di luar angkasa.


Pertama, bahan makanan harus bergizi dan mudah dicerna. Kemudian mesti direkayasa untuk bisa dikonsumsi di lingkungan tanpa gravitasi.

"Oleh karena itu makanan harus ringan, dikemas dengan baik, dan cepat disajikan," kata Proctor saat acara Space Food: What We Need to Survive in Space, Moon, and Mars secara virtual yang diikuti CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).

Khusus untuk misi penjelajahan ke Planet Mars, Proctor dan tim bakal membuat makanan yang mengandung sayur-sayuran, buah, makanan berbasis serangga, dan pertanian.

Untuk bahan makanan yang kaya serat, kata Proctor mesti ditanam dengan cara hidroponik dan aeroponik.

Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Sedangkan aeroponik adalah cara bercocok tanam di udara tanpa menggunakan tanah.

Sebetulnya proses pembuatan makanan untuk dikonsumsi di luar angkasa terbilang mudah karena para peneliti hanya melalui proses menyublim air dari dalam bahan makanan.

Proses sublim sendiri adalah proses untuk mengubah zat padat menjadi uap. Setelah itu, makanan membutuhkan pengeluaran energi minimum.

"Sebenarnya dalam kasus ini cara untuk membekukan makanan dengan menyublimkan air keluar dan menggunakan energi. Lalu makanan juga harus disimpan dengan baik supaya menghasilkan limbah yang sedikit," ujar Proctor.

Misi Rover Mars 2020 yang akan meluncur tahun depan bukan hanya ditujukan untuk mencari fosil, tapi juga membuka jalan agar manusia bisa mencapai planet keempat dalam tata surya tersebut.

Misi utama Mars ini adalah berburu fosil pada kawah bagian dalam Jazero. Fosil yang akan dicari oleh rover ini berupa sisa kerang, koral, atau stromatolites (batuan yang terbentuk oleh mikroba purba yang hidup di sepanjang garis pantai).

Jazero sendiri merupakan kawah yang sebelumnya adalah danau sedalam 457 meter. Jazero juga diperkirakan terhubung dengan jaringan sungai yang 3,5 juta tahun lalu masih mengalir.

Setelah dikumpulkan, sampel-sampel dari bebatuan itu akan disimpang dalam tabung oleh Rover. Kemudian, tabung-tabung itu akan ditinggalkan di permukaan Mars, dan baru akan dibawa pulang ke Bumi oleh misi antariksa selanjutnya.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]