Gunung Merapi Gembung 0,5 cm per Hari Sejak Erupsi Terakhir

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 17:15 WIB
Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (12/4/2020). Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 3 - 9 April 2020 berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan kondisi kubah lava stabil dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas waspada (level II). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc. Gunung Merapi dilaporkan menggembung 0,5 cm setiap hari sejak erupsi terakhir (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan tubuh Gunung Merapi menggembung sekitar 0,5 sentimeter per hari.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan penggembungan terjadi pasca erupsi pada 21 Juni lalu.
Penggembungan ini diikuti dengan status Gunung Merapi yang masih berada di tingkat waspada. Akun Twitter @BPPTKG mengungkap status waspada tersebut terjadi sejak 21 Mei 2018.

"Kondisi Merapi, masih waspada dari bulan 2018. Kecepatannya penggembungan itu 0,5 cm itu sejak juli 2020. Setelah erupsi terakhir," kata Hanik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).


Hanik mengatakan penggembungan 0,5 cm tersebut tergolong rendah dibandingkan penggembungan pada 2006 lalu yang mencapai 130 cm dalam sebulan.  Kejadian ini terjadi menjelang erupsi pada 2006 silam.

"Aktivitas vulkanik sudah terjadi sejak mei 2018. waspada adalah di atas normal, aktivitas tidak normal," kata Hanik.

Menurut Hanik, penghitungan penggembeungan di lereng gunung Merapi dihitung dari cermin. Cermin dipasang di lereng Merapi.

Lalu jarak cermin ke alat EDM diukur setiap hari. EDM diukur dari 10 titik pengukuran sekeliling Merapi, termasuk dari pos-pos pengamatan.

Di Instagram, hasil pemantauan BPPTKG  menujukkan potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Sementara itu, rekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Sebelumnya Gunung Merapi mengalami peningkatan kegempaan sebelum erupsi dengan letusan eksplosif pada 21 Juni lalu. Peningkatan kegempaan ini sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]