Fenomena sambaran petir saat terjadi letusan gunung bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, sambaran petir juga tampak ketika Gunung Taal di Filipina mengalami erupsi pada pertengahan Januari lalu. Selain itu, ahli Vulkanologi Suroso menyebut fenomena petir pasti terjadi ketika gunung meletus.
"Semua gunung meletus pasti ada petir," jelas mantan kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat dihubungi, Kamis (13/2). [Gambas:Twitter]
Sementara itu sebelumnya, Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra menyebut sambaran petir ini memang kerap terjadi ketika gunung mengalami erupsi. "Jadi memang itu interaksi awan yang terkondensasi dari partikel letusan. Jadi sangat mungkin terjadi petir," ujar Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra, kepada CNNIndonesia.com (13/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agie mengatakan mekanisme antara petir biasa dan petir vulkanik memiliki sedikit perbedaan. Perbedaannya adalah awan kumulonimbus digantikan oleh kepulan awan akibat erupsi.
Agie menambahkan selain erupsi gunung, awan kumulonimbus dan petir ini juga berbahaya untuk manusia yang ada disekitar daerah tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Gunung Merapi mengalami erupsi dan melontarkan kolom abu hingga 2 km. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam akun twitternya, @BPPTKG menyatakan, erupsi terjadi pada pukul 05.16.WIB
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari Gunung Merapi, Yogyakarta-Jawa Tengah. Meski erupsi sudah berhenti, warga sekitar tetap harus waspada terhadap potensi kemunculan awan panas, lahar hingga material vulkanik. (jnp/eks)