Ahli Ungkap Fenomena Petir saat Merapi Erupsi

CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 12:57 WIB
Ahli mengungkap soal fenomena petir yang terjadi saat Merapi erupsi pagi ini. Kolom abu Merapi sempat mengeluarkan petir saat terjadi erupsi pagi ini. (Dok. BPPTKG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beredar video yang menunjukkan erupsi Gunung Merapi yang disertai dengan sambaran petir, kamis (13/2) dini hari. Sambaran petir ini tampak bersamaan dengan munculnya gulungan kolom abu dari kawah di puncak gunung. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena tersebut dinamakan sebagai petir vulkanik.

Fenomena sambaran petir saat terjadi letusan gunung bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, sambaran petir juga tampak ketika Gunung Taal di Filipina mengalami erupsi pada pertengahan Januari lalu. Selain itu, ahli Vulkanologi Suroso menyebut fenomena petir pasti terjadi ketika gunung meletus.
"Semua gunung meletus pasti ada petir," jelas mantan kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat dihubungi, Kamis (13/2). 

Sementara itu sebelumnya, Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra menyebut sambaran petir ini memang kerap terjadi ketika gunung mengalami erupsi. "Jadi memang itu interaksi awan yang terkondensasi dari partikel letusan. Jadi sangat mungkin terjadi petir," ujar Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra, kepada CNNIndonesia.com (13/1)


Fenomena ini terjadi karena awan kumulonimbus yang merupakan sarang petir digantikan oleh awan yang disebabkan oleh erupsi. Awan ini merupakan kepulan uap air, debu, abu, uap air dan partikel vulkanik lain yang menyembur ke angkasa.

Agie mengatakan mekanisme antara petir biasa dan petir vulkanik memiliki sedikit perbedaan. Perbedaannya adalah awan kumulonimbus digantikan oleh kepulan awan akibat erupsi.

Agie menambahkan selain erupsi gunung, awan kumulonimbus dan petir ini juga berbahaya untuk manusia yang ada disekitar daerah tersebut.

"Karena sistem petir itu ada beberapa tipe, interaksi awan ke awan, awan ke daratan dan di dalam awan itu sendiri. Kalau dilihat maka petir vulkanik terjadi antara di dalam awan atau dengan daratan," kata Agie.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Gunung Merapi mengalami erupsi dan melontarkan kolom abu hingga 2 km. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam akun twitternya, @BPPTKG menyatakan, erupsi terjadi pada pukul 05.16.WIB

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari Gunung Merapi, Yogyakarta-Jawa Tengah. Meski erupsi sudah berhenti, warga sekitar tetap harus waspada terhadap potensi kemunculan awan panas, lahar hingga material vulkanik. (jnp/eks)