Bill Gates Ingatkan Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Adil

Tim, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 06:05 WIB
US Microsoft founder, Co-Chairman of the Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates, takes part in a conference call on October 9, 2019, in Lyon, central eastern France, during the funding conference of Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria. - The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria on October 9, 2019, opened a drive to raise $14 billion to fight a global epidemics but face an uphill battle in the face of donor fatigue. The fund has asked for $14 billion, an amount it says would help save 16 million lives, avert Pendiri Microsoft Bill Gates mengingatkan agar vaksin Covid-19 di masa depan dapat didistribusikan secara merata kepada orang-orang yang membutuhkan. (AFP/JEFF PACHOUD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Microsoft Bill Gates menyerukan bahwa obat dan vaksin Covid-19 di masa depan harus didistribusikan kepada orang-orang yang paling membutuhkan dan bukan untuk penawar harga tertinggi.

"Jika kita membiarkan obat-obatan dan vaksin ke penawar tertinggi daripada kepada mereka yang membutuhkan, maka pandemi akan berlangsung lebih lama lagi, lebih tidak adil," kata Gates dalam sebuah konferensi daring mengenai Covid-19 yang digelar oleh International AIDS Society, Sabtu (11/7).

Lebih lanjut, Gates mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah para pemimpin bisa membuat keputusan secara adil.


"Kita membutuhkan para pemimpin agar dapat membuat keputusan untuk distribusi yang adil, tak hanya semata-mata dorongan pasar," tambah Gates, mengutip CNN.

Ketika negara dan perusahaan berlomba menciptakan vaksin, muncul kekhawatiran bahwa negara-negara maju akan menerima lebih banyak obat ketimbang negara berkembang. Untuk itu, diharapkan bahwa vaksin virus corona di masa depan dapat diperlakukan sebagai barang publik untuk semua orang, tanpa keuntungan bagi sejumlah pihak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa 21 kandidat vaksin saat ini dalam pengujian klinis dan sedang diuji pada sukarelawan manusia, tiga di antaranya berada dalam fase ketiga dari percobaan.

Berdasarkan laporan CNBC, perusahaan biotek A.S. Moderna, perusahaan farmasi A.S. AstraZeneca dan Sinovac Biotech China telah membuat kemajuan paling baik dalam mengembangkan kandidat vaksin untuk virus corona.

Namun, Moderna, yang bekerja dengan Institut Kesehatan Nasional AS, baru-baru ini mengatakan bahwa uji coba tahap akhir untuk vaksin akan ditunda, mungkin beberapa minggu.

Vaksin potensial yang dikembangkan oleh raksasa obat Pfizer dan perusahaan bioteknologi BioNTech telah mengumpulkan tanggapan kekebalan pada pasien yang sehat, tetapi juga menyebabkan demam dan efek samping lainnya.

Gates kemudian merujuk pada saat dunia melawan HIV/AIDS dua dekade lalu. Dari sana, Gates kembali mengingatkan akan pentingnya menciptakan sistem distribusi global yang adil untuk menjaga ketersediaan obat untuk semua orang.

"Kerja sama global, tekad untuk menemukan alat dan membagikannya di tempat yang paling membutuhkan adalah sangat penting," kata Gates.

(agn/asr)

[Gambas:Video CNN]