Bill Gates Curhat Soal Kendala Uji Coba Vaksin Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 14:33 WIB
Microsoft founder Bill Gates gives a speech during the Bill Gates ungkap kendala uji vaksin virus corona saat ini. (AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Microsoft, Bill Gates curhat soal kendala yang dihadapi para pembuat vaksin saat ini. Menurutnya, salah satu kendala pembuatan vaksin ada pada pengujian fase tiga.

Gates menyebut bahwa saat ini para ilmuwan tidak mempunyai banyak waktu untuk menguji vaksin secara masif karena kebutuhan yang semakin mendesak.

Hal ini terkait dengan uji vaksin tahap tiga. Dalam pengujian vaksin, terdapat tiga tahap yang harus dilalui.


Fase pertama menyuntikkan vaksin ke dalam sekelompok kecil orang untuk menilai keamanan dan memantau respons kekebalan mereka.

Fase kedua meningkatkan jumlah orang , sering kali menjadi ratusan dan seringkali termasuk lebih banyak anggota kelompok berisiko untuk uji coba secara acak.

Jika hasilnya menjanjikan, uji coba akan beralih ke uji fase tiga untuk kemanjuran dan keamanan dengan ribuan atau puluhan ribu orang dengan berbagai tingkatan umur.

Bill Gates menyoroti uji coba vaksin fase ketiga tadi. Menurutnya, hal itu sulit dilakukan di masa mendesak seperti sekarang. Karena pengujian tahap tiga dinilai sangat kompleks untuk dilakukan. Sehingga, uji coba vaksin kemungkinan tidak dapat dilakukan secara luas.

"Masalah besar adalah keamanan dan kemanjuran. Uji coba fase ketiga sangat kompleks untuk dilakukan dan kemungkinan kita bisa melihat bahwa uji coba tidak bisa dilakukan secara lebih luas," kata Gates dikutip dari CNN, Rabu (30/6). 

Kendati begitu, Gates berharap perusahaan-perusahaan farmasi yang saat ini sedang mengembangkan vaksi dapat menyelesaikan dua masalah tersebut.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu miliarder AS ini telah menyumbangkan ratusan juta dollar untuk mempercepat pembuatan vaksin.

Di sisi lain, Gates mengatakan ada dua karakteristik vaksin yang sedang dievaluasi.

Pertama, karakteristik vaksin yang dapat mencegah seseorang terpapar virus corona baru. Lalu vaksin yang memungkinkan seseorang yang terpapar Covid-19 tidak menginfeksi orang lain.

Khusus karakteristik vaksin yang kedua kata Gates, vaksin itu tidak dapat menjamin bakal menghambat transmisi virus corona secara sempurna.

"Jika itu adalah vaksin yang hebat, termasuk memblokir penularannya, semua akan mendapat manfaat bahwa 70 sampai 80 persen orang akan menggunakan vaksin itu," pungkasnya.

Di sisi lain, Gates pun mengapresiasi langkah beberapa negara yang sedang gencar melakukan terapi obat misalnya Dexamethasone sebelum vaksin tersedia.

"Dexamethasone, itu nyata dan hebat. Ada juga beberapa cara baru untuk merumuskan remdesivir dan ada dua obat lain yang sedang dalam pengujian. Saya harap, kita akan segera menurunkan angka kematian," tuturnya.

Selain itu Gates memprediksi bahwa vaksin virus corona SARS-CoV-2 (nama penyakitnya Covid-19) akan tersedia pada akhir 2020 atau awal 2021 mendatang.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]