BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Usai Banjir Bandang Masamba

CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2020 04:43 WIB
Warga melintas di sekitar rumah yang tertimbun lumpur dan batang pohon akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww. Ilustrasi banjir bandang Masamba. (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada Senin malam (13/7) banjir bandang melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Utara. Banjir diakibatkan meluapnya dua sungai besar, yaitu Sungai Radda dan Sungai Masamba, akibat hujan deras yang terjadi terus menerus.

Akibat banjir bandang tersebut, data sementara korban meninggal dunia berjumlah 32 orang per Kamis (16/7). Ribuan orang mengungsi.

Menurut analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan hujan lebat akan kembali melanda wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan Sulawesi Tengah bagian tengah dan timur pada 16-17 Juli 2020.


"Dalam periode dua hari ke depan (16-17 Juli 2020) diprakirakan hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara serta Sulawesi Tengah bagian tengah dan timur," tulis BMKG dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (16/7).

Selain itu, BMKG juga sudah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Masamba dan sekitarnya sejak tanggal 12 Juli 2020 sampai 14 Juli 2020.

"Hasil analisis spasial hujan dari citra satelit cuaca menunjukkan bahwa hujan intensitas sedang-lebat pada tanggal 12-13 Juli 2020 tersebut terkonsentrasi signifikan di wilayah utara dan timur laut wilayah Masamba dan sekitarnya yang didominasi wilayah perbukitan," jelas BMKG.

Citra satelit cuaca pun menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan awan Cb sebagai pemicu hujan sedang sampai lebat pada 13 Juli 2020 terjadi cukup signifikan terutama pada siang dan sore hari di wilayah Masamba dan sekitarnya.

Selain di Kecamatan Masamba yang terdampak banjir bandang, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulsel. Sungai Radda di lokasi itu meluap sehingga puluhan rumah warga dan tempat ibadah terendam air bercampur lumpur dan pasir setinggi hampir dua meter.

Musibah tersebut bersamaan dengan meluapnya sungai Masamba, yang membuat arus air sungai itu meluber ke jalan raya hingga masuk ke Bandar Udara Andi Djemma, pada Senin malam. Dampaknya, sekitar pukul 02.53 WITA jalan Trans Sulawesi pun menjadi lumpuh.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]