LIPI Beberkan Alasan Vaksin China Diuji di Indonesia

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2020 06:39 WIB
Uji klinis vaksin China dilakukan terhadap beberapa kelompok umur yang berbeda, kelompok sosial ekonomi yang beragam, serta letak geografis suatu negara. Perusahaan asal China, Sinovac Biotec Ltd melakukan uji klinis vaksin CoronaVac di Indonesia. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan vaksin Covid-19 harus melalui uji klinis atau proses uji coba vaksin pada manusia guna menjamin keamanan dan efektifitas vaksin.

Uji klinis dilaksanakan dalam tiga tahap, tahap I yaitu untuk mengetahui apakah vaksin tersebut aman, serta untuk menentukan dosisnya. Tahap II, kata Wien untuk menentukan efikasi vaksin atau apakah vaksin tersebut efektif. Tahap II juga untuk memastikan bahwa efek sampingnya tidak berbahaya.

Khusus tahap III, perlu dilakukan di wilayah dengan kasus infeksi yang masih tinggi. Sehingga, relawan yang divaksinasi masih memiliki kemungkinan yang tinggi untuk terpapar virusnya secara alami.


"Tahap III untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut efektif dan bermanfaat untuk mencegah infeksi sesuai tujuan dan target populasinya. Agar data bisa diperoleh lebih cepat dan dalam jumlah yang memadai," kata Wien kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/7).

Di sisi lain, Wien angkat bicara soal alasan perusahaan asal China, Sinovac Biotec Ltd melakukan uji klinis vaksin CoronaVac di Indonesia. Dia menilai hal itu terjadi lantaran jumlah kasus di China sudah menurun.

"Uji klinis tahap III saat ini sulit dilakukan di China, karena kasus positif terinfeksi virusnya rendah. Di Amerika Serikat sendiri dengan kasus infeksi Covid-19 yang masih tinggi juga akan dilakukan uji klinis tahap III, terutama untuk vaksin yang dikembangkan di AS atau yang bekerja sama dengan perusahaan di AS," ucap Wien.

Lebih dari itu, Wien menilai faktor kesukuan di Indonesia yang beragam mungkin tidak terlalu berperan dalam pengembangan vaksin. Sebab, dia berkata uji klinis lebih tepat apabila dilakukan terhadap beberapa kelompok umur yang berbeda, kelompok sosial ekonomi yang beragam, serta letak geografisnya.

"Faktor-faktor tersebut lebih berperan dalam menentukan kondisi kesehatan serta kekebalan tubuh seseorang," ujarnya.

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengaku akan melakukan uji klinis terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotec Ltd.

Proses penyuntikan vaksin dikabarkan akan dilakukan di 6 tempat, yaitu di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, serta 4 Puskesmas di Kota Bandung. Adapun lama pemantauan relawan akan berlangsung selama 7 bulan.

Vaksin akan disuntikkan sebanyak 2 kali tiap 14 hari ke tubuh relawan. Sebab, vaksin itu diklaim akan menciptakan kekebalan terhadap virus Covid-19 dalam 28 hari.

Dalam uji coba fase I dan II di Tiongkok, Sinovac menyampaikan CoronaVac menghasilkan respons imun dan tidak menyebabkan efek samping yang parah.

Infografis Fakta Vaksin Covid-19 China SinovacFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Fakta Vaksin Covid-19 China Sinovac
(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]