Bos Fortnite Tuding Toko Aplikasi Apple dan Google Monopoli

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 09:31 WIB
Bos Fortnite menuding toko aplikasi besutan Apple dan Google lakukan monopoli. Bos Fortnite menuding toko aplikasi Google dan Apple lakukan monopoli (Lionel BONAVENTURE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO pengembang gim Fornite, Epic Games, Tim Sweeney menuding Apple dan Google melakukan monopoli terkait transaksi di toko aplikasi mereka.

Pasalnya, pengembang tak memiliki banyak pilihan lain untuk mendistribusikan produk mereka diluar toko aplikasi App Store milik Apple dan Google Play Store.

Sweeney juga keberatan dengan kebijakan biaya yang dikenakan oleh kedua toko aplikasi itu. Sebab, keduanya mengenakan biaya 30 persen dari pendapatan pengembang dari pembelian dalam aplikasi (in-app purchase). Angka ini dinilai terlalu besar.


Padahal toko aplikasi yang dibuat oleh Epic Games sendiri hanya mengenakan biaya lebih rendah. Para pengembang yang memasukkan perangkat lunak mereka di toko Epic Games Store hanya dikenakan biaya 12 persen untuk in-app purchase.

Berdasarkan wawancara Sweeney kepada jurnalis CNBC, ia juga mengeluhkan bahwa sampai saat ini Epic Games belum bisa masuk ke App Store karena ketentuan yang sangat ketat.

"Apple telah mengunci dan melumpuhkan ekosistem dengan menciptakan monopoli dan memonetisasi perangkat lunak," tegas Sweeney.

"Mereka mengesampingkan pesaing mereka dari setiap aspek bisnis untuk melindungi ekosistem mereka," tambahnya, seperti dikutip Engaget

Google juga 'disenggol' Sweeney. Ia mengatakan bahwa perusahaannya pada bulan Juni 2020 telah mengajukan permintaan kepada Google supaya Fortnite bisa masuk ke Play Store, namun proses negoisasi tak kunjung usai.

"Google pada dasarnya sengaja menahan toko-toko yang mereka anggap dapat menghambat dan menyaingi aplikasi mereka," tegas Sweeney.

Untuk itu, Epic Games membuat Fortnite versi Android tidak lewat Google Play Store. Para pemain ybisa mengunduh sendiri file untuk memasang Fortnite di Android lewat situs resmi Fortnite.

Tapi proses pengunduhan lewat situs dinilai kurang nyaman bagi para pengguna. Hal ini mendorong Fortnite untuk menyediakan apliaksi itu di Google Play.

Epic bukan perusahaan pertama yang protes dengan kebijakan biaya layanan 30 persen yang diterapkan Apple dan Google.

Maret tahun lalu, CEO Spotify Daniel Ek juga mengadukan komplain kompetisi yang tidak sehat terhadap Apple. Aduan itu dimasukkan kepada Komisi Eropa.

Ia mengeluh biaya yang dibebankan Apple memaksa perusahaannya menaikkan harga berlangganan premium layanannya. Juli lalu, Tinder juga memperkenalkan proses pembayaran sendiri di aplikasi Android miliknya untuk menghindari biaya yang dikenakan Google Play Store.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]