Pabrik Pajero di Jepang Tutup, Pajero Sport di RI Jalan Terus

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 19:09 WIB
Pabrik Mitsubishi di Indonesia memproduksi sejumlah varian Pajero Sport antaranya Dakar 2.400 cc 4x2, Exceed 4x2 2.500 cc, dan Dakar 4x4 2.400 cc. Mitsubishi Pajero Sport. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura penutupan fasilitas produksi Pajero di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang tidak mempengaruhi kegiatan produksi Pajero Sport di Indonesia. SUV Pajero dan Pajero Sport merupakan produk mobil penumpang yang berbeda segmen.

Menurut Nakamura Pajero merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) yang menyasar segmen menengah atas. SUV bongsor tersebut bermain di segmen yang diisi Toyota Land Cruiser.

Sementara itu, Pajero Sport merupakan medium SUV dengan kompetitornya di Indonesia yakni Toyota Fortuner, Nissan Terra, dan Isuzu Mux.


"Pajero Sport sama Pajero beda produk, beda market juga. Dan di Indonesia sendiri Pajero Sport sudah ada sejak 2009 dengan market share lebih dari 40 persen serta jadi flagship produk Mitsubishi. Jadi MMKSI tetap akan pasarkan Pajero Sport," kata Nakamura, Rabu (29/7).

Pabrik Mitsubishi di Indonesia memproduksi sejumlah varian Pajero Sport antaranya Dakar 2.400 cc 4x2, Exceed 4x2 2.500 cc, dan Dakar 4x4 2.400 cc. Selain itu pabrik Mitsubishi di Indonesia juga memproduksi kendaraan niaga L300, Xpander, dan satu produk Nissan Livina.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terpantau produksi Dakar 2.400 cc 4x2 hanya berjumlah 1.562 unit (Januari-April), Exceed 4x2 2.500 cc (Maret-April) 90 unit, dan Dakar 4x4 2.400 cc sebanyak 113 unit.

Kabar mengenai Pajero 'disuntik mati' diperoleh melalui justauto yang mendapat informasi dari sumber internal Mitsubishi.

Disebutkan Pajero berhenti diproduksi mulai 2021, sementara pabrik Mitsubishi di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang tutup sepenuhnya pada 2023. Selain Pajero, pabrik tersebut juga memproduksi model lain, Delica dan Outlander.

Informasi dikabarkan imbas dari permintaan mobil-mobil tersebut tak memuaskan. Dikatakan 900 pekerja pada pabrik itu dialokasikan ke pabrik Mitsubishi Jepan lain.

Pabrik di Sakahogi juga mampu menghasilkan 130 ribu unit per tahun, namun kapasotas itu telah berkurang lebih dari setengahnya sejak tahun fiskal pada 2019.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]