Twitter Ungkap Peretasan Akun Orang Terkenal Diawali Phising

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 18:02 WIB
Twitter diretas sehingga pelaku berhasil mengambil kendali atas akun sejumlah tokoh seperti, Joe Biden, Barack Obama, Elon Musk, Bill Gates dan lain. Ilustras Twitter diretas. (Foto: Dok. Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter mengkonfirmasi peretasan akun-akun awal Juli 2020 berawal dari serangan phising pada karyawan Kamis (30/7).

Phising adalah aksi peretas melalui jaringan internet. Oknum biasanya mencari data-data penting korban untuk tindakan yang di luar dugaan pemilik akun.

"Serangan ini berupaya signifikan dan terpadu untuk menyesatkan karyawan tertentu dan mengeksploitasi kerentanan manusia untuk mendapatkan akses ke sistem internal kami," tulis Twitter dalam cuitan mereka.


Melansir dari Guardian, Jumat (31/7), para peretas menargetkan sekitar 130 akun, 45 cuitan, mengakses 36 inbox dan bisa mengunduh data Twitter dari seven.

Peretas juga menargetkan karyawan tertentu yang memiliki akses ke alat pendukung akun. Sejak saat itu, perusahaan pun membatasi akses ke alat dan sistem internal.

Pada 15 Juli 2020, Twitter diretas sehingga pelaku berhasil mengambil kendali atas akun sejumlah tokoh seperti, Joe Biden, Barack Obama, Elon Musk, Bill Gates, Jeff Bezos dan Apple. Akun-akun yang disusupi kemudian digunakan untuk promosi penipuan bitcoin.

Peretasan terjadi dalam hitungan jam. Twitter mengatasinya dengan menghentikan semua aktivitas akun terverifikasi. Ini suatu tindakan yang belum pernah terjadi dalam sejarah sejak Twitter ada.

Dari catatan blockchain yang dipublikasikan untuk umum, terbukti para peretas menerima cryptocurrency senilai lebih dari US$100ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Pakar keamanan siber dan pembuat kebijakan khawatir bahwa penipuan bitcoin dapat menutupi pelanggaran data yang jauh lebih mengganggu yang melibatkan komunikasi privat orang-orang paling kuat di dunia.

(els/mik)

[Gambas:Video CNN]