Mafindo Catat 12 Hoaks Corona di Video Youtube Anji dan Hadi

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 09:25 WIB
Mafindo mendukung upaya melibatkan kepolisian untuk menangani polemik video obat corona yang dibuat Anji. Ilustrasi vaksin virus corona (Covid-19). (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat setidaknya ada 12 klaim sesat dan membahayakan masyarakat dalam video wawancara Erdian Aji Prihartanto alias Anji dengan sosok Hadi Pranoto.

Dalam video itu, Anji dan Hadi membahas berbagai hal soal Covid-19. Mulai dari klaim virus corona mati pada suhu 350 derajat hingga penemuan jamu obat Covid-19. Namun, usai ramai di media sosial, video yang diunggah pada Jumat (31/7) itu itu hilang dari Youtube pada Minggu (2/8).

Catatan Mafindo dikatakan berdasarkan laporan yang masuk melalui media sosial, grup facebook, dan temuan tim factchecker yang dikontak langsung oleh Mafindo.


"Mafindo mencatat ada 12 klaim sesat dan membahayakan publik dalam video wawancara Anji dengan Hadi Pranoto," kata kata Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (3/8).

Septiaji merinci 12 klaim sesat tersebut beragam sebagaimana berikut ini:

1. Seorang Profesor Mikrobiologi telah menemukan obat untuk Covid-19, yang disebut antibodi Covid-19.

2. Obatnya sudah menyembuhkan ribuan pasien Covid-19.

3. Hanya perlu 2-3 hari untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

4. Tidak mungkin membuat vaksin Covid-19.

5. Vaksin hanya akan semakin merusak organ.

6. Virus Covid-19 hanya dapat dibunuh dengan 350 derajat Celcius.

7. Masker tidak dapat mencegah transmisi Covid-19.

8. Virus Covid-19 dapat disalurkan melalui keringat.

9. Tidak perlu menggunakan masker saat berolahraga.

10. Jenis Covid-19 tertentu tidak dapat ditemukan dengan tes swab (PCR), harus menggunakan tes DNA.

11. Masyarakat dapat mendeteksi Covid-19 dari keringat.

12. Obat ini harus didistribusikan kepada warga Indonesia sesegera mungkin sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan normal.

Memang, dalam video itu, Anji dan Hadi sempat membahas berbagai hal soal Covid-19. Mulai dari klaim virus corona mati pada suhu 350 derajat hingga penemuan jamu obat Covid-19. Namun, usai ramai di media sosial, video yang diunggah pada Jumat (31/7) itu itu hilang dari Youtube pada Minggu (2/8)

"Berbagai klaim tersebut sangat berbahaya bagi publik, sehingga kami mendukung PB IDI yang meminta kepolisian turun tangan," kata Septiaji.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan meragukan klaim seorang dokter dan ahli mikrobiologi bernama Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat herbal Covid-19. Nama Hadi Pranoto sendiri ada dalam basis data IDI, namun diduga punya wajah berbeda.

Anji dan Hadi kini telah dipolisikan terkait video tersebut oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporan Muannas itu telah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Agustus 2020.

(kha/fea)

[Gambas:Video CNN]