Alasan Trump Larang TikTok dan WeChat di AS

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 18:05 WIB
Donald Trump telah mengeluarkan perintah untuk memblokir perusahaan pemilik TikTok dan WeChat untuk berdagang dengan AS. Ilustrasi(AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengeluarkan perintah eksekutif yang akan melarang transaksi antara Amerika Serikat dengan perusahaan China pemilik TikTok dan WeChat.

Trump mengatakan AS harus mengambil tindakan agresif untuk kepentingan keamanan nasional.

Namun, larangan terhadap WeChat adalah hal yang cukup mengejutkan. Pasalnya, Trump tidak pernah mengungkit akan memblokir platfom tersebut.


Melansir The Guardian, larangan terhadap WeChat terkait dengan kurangnya transparansi terkait data pengguna, privasi, dan keamanan. AS melihat data milik warga AS yang berkomunikasi dengan teman dan keluarga di China, serta melakukan transaksi bisnis dan beriklan bisa disalahgunakan.

Warga AS menggunakan WeChat untuk berkomunikasi dengan keluarga dan relasi di China. WeChat juga digunakan oleh warga AS untuk membuat bisnis dengan China dan beriklan. Sebab, sebagian besar aplikasi barat seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp dilarang di negara itu.

Seperti banyak aplikasi lain yang berasal dari Tiongkok, WeChat juga dituduh secara aktif menyensor konten yang dianggap merugikan pemerintah China sambil mempromosikan propaganda lokal dan luar negeri.

WeChat adalah platform media sosial buatan dan paling populer di China. Pada 2018, pengguna WeChat sudah lebih dari 1 miliar. Aplikasi itu dimiliki oleh Tencent Holdings Ltd.

Di China, orang-orang menggunakan WeChat berbagai hal, mulai dari komunikasi, pembayaran elektronik, perbankan, pemesanan kendaraan, dan belanja online Selama pandemi, aplikasi itu berkolaborasi dengan pemerintah China dalam mendeteksi orang yang harus dikarantina atau tidak.

Sebelum WeChat dilarang, Trump telah lebih awal melarang aplikasi video TikTok beroperasi di AS. Trump mengatakan TikTok berpotensi menjadi alat intelijen China memata-matai AS.

Selain itu, Trump menuding TikTok dapat memberikan data pengguna pemerintah China, seperti dikutip AFP. Trump mengatakan TikTok harus menjual bisnisnya di AS paling lambat 15 September atau menghadapi larangan di AS.

Microsoft saat ini sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi operasi TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya yang beroperasi di AS seperti WeChat telah memberikan data pribadi warga AS kepada Partai Komunis China.

Pompeo mengatakan data pribadi warga AS yang dikumpulkan oleh perusahaan seperti TikTok "bisa berupa pola pengenalan wajah, informasi tempat tinggal, nomor telepon

TikTok telah membantah bahwa data pengguna tidak disimpan di China dan mengatakan bahwa otoritas China tidak memiliki akses ke informasi pribadi pengguna.

Aplikasi seluler TikTok telah diunduh sekitar 175 juta kali di AS dan lebih dari satu miliar kali di seluruh dunia.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]