Facebook Hapus Akun Grup Teori Konspirasi

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 11:02 WIB
Facebook menghapus akun grup kelompok teori konspirasi QAnon akibat melanggar berbagai kebijakan Facebook berupa hoaks hingga misinformasi. Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Richard Drew)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook menghapus akun grup kelompok teori konspirasi QAnon akibat melanggar berbagai kebijakan Facebook berupa ujaran kebencian, hoaks, pelecehan hingga misinformasi.

Facebook mengumumkan telah menghapus akun grup Official Q / Qanon yang memiliki 200 ribu anggota. Penutupan akun ini telah berlaku pada 4 Agustus, namun Facebook baru mengumumkan penutupan akun pada 7 Agustus.

Facebook menyatakan pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap grup akun sejenis QAnon di platform tersebut. Penghapusan akun grup ini muncul setelah Twitter melarang ribuan akun penyebar teori konspirasi.


Sebelumnya, FBI menganggap QAnon sebagai kemungkinan sumber kekerasan. Pelanggaran berulang di grup juga menunjukkan bahwa admin grup tidak dapat atau tidak akan menghentikan pengguna untuk melanggar aturan.

Dilansir dari Engadget, oleh karena itu, penghapusan akun dianggap merupakan opsi yang lebih efektif daripada menghapus individu.

Dilansir dari The Verge, QAnon adalah grup teori konspirasi yang mengklaim berbagai macam konspirasi, seperti Presiden Donald Trump diam-diam berencana untuk menangkap politisi partai Demokrat dan selebriti karena pedofilia atau kanibalisme.

Pada bulan April,  Facebook menghapus beberapa grup dan page yang mempromosikan QAnon karena terlibat dalam 'perilaku tidak autentik yang terkoordinasi'.

Facebook menyatakan telah menghapus 5 page, 20 akun, dan 6 grup yang terhubung ke individu yang terkait dengan jaringan QAnon yang diketahui menyebarkan teori konspirasi.

Platform sosial lain telah menindak QAnon dan para pengikutnya. bulan lalu Twitter melarang 7 ribu akun yang memiliki hubungan dengan QAnon.

Twitter mengatakan akan memblokir tautan terkait QAnon untuk dibagikan di Twitter.  Media sosial tersebut juga tidak akan merekomendasikan atau mempromosikan akun terkait QAnon dalam topik pencarian atau trending.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK