Fakta Awan Arcus Bak Tsunami yang Bergulung di Langit Aceh

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 17:50 WIB
Awan Arcus yang menggulung seperti tsunami di langit Aceh biasanya menjadi aksesoris dari awan cumulonimbus atau awan badai hujan. Awan Arcus bak tsunami di Aceh. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto menyatakan awan Arcus yang menghebohkan warga Meulaboh Aceh merupakan awan rendah yang terbentuk dalam formasi horizontal. Dia mengatakan awan itu bisa nampak dalam bentuk bergulung atau berlapis.

"Yang terbentuk di Meulaboh menurut klasifikasi awan disebut awan Arcus. Termasuk awan rendah dengan ketinggian di bawah 2 kilometer," ujar Siswanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/8).

Siswanto menuturkan awan Arcus biasanya menjadi aksesoris dari awan cumulonimbus atau awan badai hujan. Namun, dia berkata tidak semua cumulonimbus disertai pembentukan awan Arcus.


Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan kemunculan awan Arcus di perairan sekitar Aceh biasanya berkaitan dengan proses terjadinya squall line. Selama ini, dia berkata sudah banyak penelitian yang mengkaji, tetapi umumnya yang terjadi di Selat Malaka, timur Aceh.

"Fenomena squall line Sumatera ini sudah dikenal di dunia cuaca dan iklim bahkan dinamai sebagai Sumatra Squall Lines (SSL)," ujarnya.

Dalam beberapa pengkajian iklim, Siswanti menyebut SSL berkembang di atas Pulau Sumatra pada malam hari jika dilihat dari Malaysia. Awan tebal itu berkembang paling sering antara bulan April dan November, serta mengarah ke timur menuju pantai barat Semenanjung Malaysia  sesuai arah aliran angin muson barat daya.

"Dampaknya berupa hujan badai. Biasanya datang saat menjelang fajar atau dini hari disertai hembusan angin kencang dan hujan lebat. Umumnya terjadi di perairan atau pantai," ujar Siswanto.

Terkait dengan hal itu, Siswanto mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi fenomena awan Arcus untuk berhati-hati dan segera mencari tempat yang relatif aman, terutama apabila angin kencang sudah mulai terasa dan hujan.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK