Penampakan Awan Raksasa di Planet Mars

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 16:29 WIB
Awan tersebut muncul di atas gunung berapi Planet Mars, Gunung Olympus Mons dengan panjang sekitar 1,8 kilometer. Ilustrasi planet Mars. (DasWortgewand/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Awan di Mars kembali terlihat setelah terakhir menampakkan diri pada 2018 silam. Awan tersebut muncul di atas gunung berapi Mars, Gunung Olympus Mons. Awan ini memiliki panjang sekitar 1,8 km.

Awan diperkirakan berwarna putih dan terbentuk dari udara padat di dekat permukaan planet yang menanjak. Hal ini membuat suhu menurun dan uap air mengembun di sekitar partikel debu.

Fenomena ini dikenal di Bumi sebagai orografis yang bisa membuat hujan di daerah pegunungan. Udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan, sehingga terjadi penurunan suhu dan terkondensasi hingga akhirnya turun hujan di lereng gunung.


"Kami telah menyelidiki fenomena yang menarik ini dan berharap melihat bentuk awan seperti itu di sekitar sekarang. Awan memanjang ini membentuk setiap tahun Mars selama musim ini di sekitar titik balik matahari selatan, dan berulang selama 80 hari atau bahkan lebih, mengikuti siklus harian yang cepat,"  ujar fisikawan Jorge Hernandez-Bernal, dari Universitas Negara Basque di Spanyol.

Hernandez-Bernal adalah bagian dari tim yang menggunakan Visual Monitoring Camera (VMC) pada pesawat antariksa Mars Express untuk mengawasi Planet Merah. Pesawat itu telah berada di orbit selama 16 tahun terakhir untuk mengamati perubahan musim dan hari.

Satu hari Mars berlangsung sedikit lebih dari 24 jam, sementara satu tahun berlangsung sekitar 687 hari.

Awan raksasa

Dilansir dari Space, awan tersebut dinamakan Arsia Mons Elongated Cloud, atau AMEC. Berdasarkan pengamatan, awan ini membentang hingga sekitar 1,8 km.

VMC adalah instrumen yang sempurna untuk mengabadikan awan. Foto awan diambil pada 17 Juli dan 19 Juli. Sementara sebagian besar pesawat ruang angkasa melihat Mars di sore hari karena orbitnya, Mars Express juga melihat awan di pagi hari.

Saat itulah fenomena yang menarik ini muncul selama sekitar tiga jam pada sebelum menghilang. Ini juga terjadi selama titik balik Matahari selatan ketika Matahari berada di posisi paling selatan di langit Mars.

"Luasnya awan besar ini tidak dapat dilihat jika kamera Anda hanya memiliki bidang pandang yang sempit, atau jika Anda hanya mengamati pada sore hari," kata ilmuwan planet Eleni Ravanis yang menjadi bagian misi Mars Express.

Dilansir dari Science Daily, beruntung bagi Mars Express yang memiliki orbit berbentuk elips dari pesawat ruang angkasa, ditambah dengan bidang pandang yang luas dari instrumen VMC. Kedua faktor ini membuat awan dapat difoto.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]