LAPAN soal Awan Arcus Bak Tsunami: Bisa Indah atau Jadi Seram

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 18:51 WIB
LAPAN merespons munculnya awan Arcus yang menyerupai gelombang Tsunami di Meulaboh, Aceh. Ilustrasi awan arcus bak tsunami di Aceh. (iStockphoto/mdesigner125)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) merespons munculnya awan Arcus yang menyerupai gelombang Tsunami di Meulaboh, Aceh.

Anggota Treak Ina Juaeni menjelaskan bahwa awan Arcus bak Tsunami bisa muncul dalam beberapa bentuk.

"Beberapa awan Arcus muncul dengan penampakan yang indah sementara sebagian lagi muncul dalam bentuk yang menyeramkan," kata Ina lewat akun twitter resmi LAPAN, Rabu (12/8).


Awan Arcus, kata Ina sangat jarang ditemukan. Awan Arcus adalah awan tambahan yang berkembang dan mati tergantung kepada awan induknya.

Awan Arcus memiliki struktur horizontal yang biasanya terlihat sepanjang front bersama awan Cumulonimbus. Awan Arcus tidak berhubungan dengan kemunculan tornado tetapi dapat mendatangkan hujan atau hujan badai.

Ina menambahkan awan Arcus biasanya terbentuk pada ketinggian dekat permukaan sampai 1,9 km. Arcus berbentuk gulungan panjang secara horizontal biasanya terpisah dari awan induk (Cumulonimbus), sedangkan awan Arcus datar atau papan panjang secara horizontal bersatu dengan dasar awan Cumulonimbus.

Awan Arcus terbentuk jika udara dingin dari dalam sistem badai turun dan menyebar. Udara dingin ini menghambat kenaikan massa udara panas. Ketika udara dingin naik bersamaan dengan udara panas yang lembap, mengalami kondensasi.

Gulungan awan terbentuk karena shear angin. Bagian luar awan nampak halus sementara bagian dalam awan terlihat kasar karena angin yang kuat. Kemunculan awan Arcus menjadi tanda adanya angin yang kuat akan segera muncul.

Baik Arcus berbentuk gulungan maupun Arcus datar merupakan peringatan akan adanya hujan badai.

[Gambas:Twitter]

Awan arcus bentuk gulungan, imbuh Ina sangat jarang, bentuk datar lebih sering ditemukan. Awan ini biasanya ditemukan sepanjang pantai, namun bisa juga terbentuk di wilayah bukan pantai.

Jadi ketika ada awan panjang di dasar Cumulonimbus, itu adalah awan arcus yang berarti hujan lebat akan segera datang.

Infografis Mengenal Awan Arcus Bak Tsunami di AcehFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Mengenal Awan Arcus Bak Tsunami di Aceh

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]