Pencairan Gletser di Greenland Terus Berlanjut

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 19:39 WIB
Pencairan gletser di Greenland terus berlanjut. Data satelit menunjukkan 40 tahun belakangan ini pencairan gletser semakin kritis. Pencairan gletser di Greenland terus berlanjut dan dalam 40 tahun belakangan ini pencairan gletser semakin kritis. Ilustrasi. (MARCO BERTORELLO / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penduduk lembah Aosta di Italia harus mengungsi karena khawatir gletser Month Blanc yang berada di wilayah pemukiman mereka runtuh. Ukuran gletser tersebut setidaknya menyerupai Gereja Katedral Milan.

Mengutip Forbes, kejadian ini kemudian disusul runtuhnya lapisan es terakhir di Arktik Kanada, Milne Ice Shelf yang ukurannya lebih besar dari jarak Manhattan ke Samudera Arktik.

Sebuah studi yang diterbitkan The Cryosphere pada April lalu menunjukkan pola sirkulasi atmosfer menjadi faktor es di Greenland meleleh dengan cepat. Dan diprediksi setidaknya setengah dari es di sana akan mencair di masa yang akan datang.


Sebuah jurnal dari Nature Communications Earth and Environment mengatakan ukuran gletser di Greenland terus menyusut hingga kini. Bahkan jika pemanasan global seketika terhenti, es masih akan mencair.

Data satelit dari 40 tahun ke belakang menunjukkan gletser di Greenland sudah melewati masa kritis. Ini karena hujan salju sudah tidak bisa mengisi kembali es yang mencair setiap tahunnya.

Para peneliti mencoba menganalisa data satelit dari 200 gletser besar di sekitar Greenland dan mengukur berapa banyak es yang pecah atau mencair. Jumlahnya kemudian dibandingkan dengan salju yang turun setiap tahun.

"Kami telah melihat pengamat jauh ini untuk mempelajari bagaimana pelepasan dan akumulasi es bervariasi," ungkap peneliti di Pusat Penelitian Iklim dan Kutub Byrd Universitas Negeri Ohio, Michaelea King.

Dari analisa tersebut, peneliti menemukan pada 1980 sampai 1990-an, perbandingan jumlah es yang pecah atau mencair dengan akumulasi hujan salju masih berimbang. Ditemukan setidaknya 450 miliar ton es pecah atau mencair setiap tahunnya.

Namun 20 tahun kemudian pencairan es terus meningkat. Sedangkan jumlah akumulasi hujan salju tetap sama. Pola ini pun bertahan hingga 10 tahun terakhir.

Akibatnya, dinamika seluruh lapisan es terganggu. Begitu juga dengan satwa liar di wilayah itu, dan kenaikan permukaan laut.

Ukuran lapisan es di Greenland sendiri hampir menyerupai negara bagian Alaska, dengan tebal 10.000 kaki atau 3.048 kilometer. Lapisan es ini menaikkan permukaan laut hingga tujuh meter.

Pada abad ke-20, Greenland telah kehilangan total 9.000 miliar ton es. Ini menyebabkan permukaan laut naik hingga 25 milimeter

(fey/agt)

[Gambas:Video CNN]