Ahli Ungkap Faktor Ikan Salmon di Alaska Semakin Mengecil

CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 12:46 WIB
Peneliti mengungkapkan ukuran ikan salmon yang kembali ke sungai di Alaska telah menurun secara dramatis selama 60 tahun terakhir. Ilustrasi ikan salmon. (Walter Baxter via geograph.org.uk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penelitian menemukan ukuran ikan salmon yang kembali ke sungai di Alaska telah menurun secara dramatis selama 60 tahun terakhir. Para peneliti mengatakan hal itu terjadi karena intensitas salmon berada di laut telah berkurang.

Salmon sangat penting bagi manusia dan ekosistem di Alaska. Sejak dahulu, salmon mendukung perikanan komersial dan subsisten, serta mengangkut nutrisi dari laut ke daerah pedalaman, menyuburkan ekosistem di dalam dan sekitar sungai tempat mereka bertelur.

Karena semakin kecil, salmon kini memberikan lebih sedikit makanan bagi orang-orang yang bergantung padanya, lebih sedikit nilai bagi nelayan komersial, dan lebih sedikit pupuk untuk ekosistem darat.


Melansir Phsy, para peneliti mengumpulkan dan menganalisis data 12,5 juta ikan milik Alaska Department of Fish and Game yang dikumpulkan selama enam dekade, yakni 1957 hingga 2018.

Data itu memungkinkan para peneliti melihat pola perubahan ukuran tubuh untuk empat spesies salmon, yakni Chinook, chum, coho, dan sockeye yang ada di semua wilayah Alaska.

Hasil penelitian menunjukkan faktor utama penurunan ukuran tubuh disebabkan oleh salmon yang kembali ke tempat pemijahannya usianya lebih muda daripada di masa lalu. Salmon Alaska diketahui dapat menghabiskan waktu hingga tujuh tahun di laut.

Selama di laur, mereka makan dan tumbuh hingga dewasa, bermigrasi jauh di Samudra Pasifik Utara sebelum kembali ke air tawar untuk bertelur.

"Kami melihat pola yang kuat dan konsisten bahwa salmon kembali ke sungai lebih muda daripada mereka secara historis," ujar ahli ekologi dan biologi Universitas California, Eric Palkovacs.

Melansir Nature, para peneliti menduga penurunan ukuran tubuh salmon Alaska akibat perubahan iklim dan persaingan salmon di laut. Sedangkan efek penangkapan ikan komersial hanya mempengaruhi populasi beberapa salmon.

"Kami tahu bahwa iklim mendorong perubahan produktivitas laut, dan kami melihat sinyal konsisten dari faktor iklim yang terkait dengan penurunan ukuran salmon," kata Palkovacs.

"Hubungan lain yang konsisten adalah dengan kelimpahan salmon di lautan, terutama salmon merah muda.

Pengamatan bahwa salmon kembali ke aliran air tawar pada usia yang lebih muda menyiratkan bahwa laut menjadi tempat yang lebih berisiko bagi mereka.

Dengan tinggal di laut lebih lama dan tumbuh lebih besar, salmon dapat lebih berhasil dalam pemijahan dan bertelur lebih banyak, tetapi lebih berisiko tidak kembali bereproduksi sama sekali.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK