Facebook India Buka Suara Soal Ujaran Kebencian ke Muslim

CNN Indonesia | Sabtu, 22/08/2020 02:20 WIB
Facebook buka suara usai ujaran kebencian dari politisi India yang menyebut Muslim sebagai Facebook buka suara usai ujaran kebencian dari politisi India yang menyebut Muslim sebagai "pengkhianat" menimbulkan kegaduhan. (AP Photo/Richard Drew)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook mengakui bahwa mereka mesti bekerja lebih baik lagi dalam menangani ujaran kebencian di India, setelah keriuhan terjadi akibat komentar anggota politisi partai penguasa di negeri itu yang menyebut Muslim sebagai pengkhianat.

"Kami membuat perkembangan dalam menangani ujaran kebencian di platform kami, namun kami perlu melakukan lebih banyak," kata Direktur Operasional Facebook di India, Ajit Mohan dalam pernyataannya.

Namun dalam pernyataan itu pula, Mohan membantah bahwa Facebook berlaku secara sepihak dalam kasus ini.


Kasus ini bermula ketika T Raja Singh, anggota DPR dari partai nasionalis penguasa negara tersebut membuat komentar dan pernyataan bahwa pengungsi Muslim Rohingya mestilah ditembak dan Muslim adalah pengkhianat.

Facebook kemudian terseret dalam kontroversi yang berkembang usai The Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang pejabat di perusahaan itu menolak menghapus komentar rasis tersebut karena bakal merusak kepentingan bisnis mereka.

"Selama beberapa hari terakhir, kami telah dituduh bias dalam cara kami menegakkan kebijakan kami. Kami menanggapi tuduhan bias dengan sangat serius dan ingin menjelaskan bahwa kami mengecam kebencian dan kefanatikan dalam bentuk apapun," kata Mohan.

Mohan juga membela langkah perusahaannya dan menyebut "kami telah menghilangkan [komentar tersebut] dan akan melanjutkan menghilangkan konten yang diunggah tokoh publik di India ketika melanggar standar komunitas kami"

"Kami akan terus berinvestasi dalam upaya kami memerangi ujaran kebencian di layanan kami," katanya.

Meski begitu, Mohan tidak memberikan rincian lebih lanjut dan unggahannya tidak menyinggung kasus Raja Singh yang merupakan anggota partai Perdana Menteri India Narendra Modi, Bharatiya Janata (BJP).

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan pejabat top eksekutif Facebook India, Ankhi Das mengatakan kepada staf mereka bahwa aturan ujaran kebencian tidak berlaku atas anggota BJP dan koalisinya meskipun telah nyata melanggar.

Mohan menyebut bahwa "keputusan seputar eskalasi konten tidak dibuat secara sepihak hanya oleh satu orang".

Dia menegaskan bahwa ada "pemeriksaan dan keseimbangan kuat yang dibangun untuk memastikan bahwa kebijakan diterapkan sebagaimana mestinya dan dengan mempertimbangkan hukum lokal yang berlaku".

"Kebijakan ini terus berkembang dengan mempertimbangkan kepekaan lokal terutama dalam masyarakat multikultural seperti India," kata Mohan.

Partai BJP sendiri tidak memberikan komentar atas kontroversi tersebut dan Raja Singh mengatakan kepada media India bahwa akun Facebook miliknya telah diretas.

Politisi partai oposisi menuduh Facebook telah mendukung BJP, dan para eksekutif perusahaan itu telah diperintahkan untuk menghadap Komite Teknologi Informasi Parlemen India pada 2 September 2020.

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]