Fakta Pesawat N250 yang Kini Berakhir di Museum

CNN Indonesia | Rabu, 26/08/2020 20:16 WIB
Berikut sejumlah fakta terkait pesawat N-250 yang kini berakhir di museum Muspusdirla Yogyakarta. Pesawat N250 (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat N250 alias Gatotkaca telah resmi menjadi bagian dari penghuni Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla), D.I. Yogyakarta.

Pesawat rancangan Presiden B.J. Habibie itu harus rela menjadi pajangan setelah tak kunjung mendapat kejelasan.

Berikut fakta-fakta terkait dengan pesawat N-250;

1. Terbang perdana 25 tahun lalu

Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN menyampaikan pesawat N-250 berhasil melakukan penerbangan perdana pada tanggal 10 Agustus 1995. Kesuksesan itu pun membuat pemerintah menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.


2. Asli buatan dalam negeri

Pesawat N-250 merupakan pesawat buatan dalam negeri yang desain oleh Habibie dan dikerjakan oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Kode 'N' pada pesawat itu merupakan penanda bahwa desain, produksi, dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia.

3. Pesawat sipil

Pesawat N-250 merupakan pesawat sipil regional komuter. Pesawat itu menggunakan mesin turboprop yang dirancang oleh IPTN. Turboprop adalah mesin yang menggunakan inti turbin gas untuk menghidupkan baling-baling.

Melansir Airliners, N-250 mampu mengangkut 68 penumpang.

4. Diperkenalkan perdana di Paris Air Show

IPTN diketahui mengumumkan pengembangan N250 pada Paris Airshow 1989. Konstruksi prototipe dimulai pada tahun 1992. Prototipe pertama dengan 50 kursi, terbang pertama kali pada 10 Agustus 1995.

5. Gagal seritifkasi karena krisis moneter

Sertifikasi Indonesia awalnya dijadwalkan pada pertengahan 1997 dan sertifikasi AS pada akhir 1997.

Namun, Pesawat N-250 gagal menjalani sertifikasi untuk mendapat izin pada tahun 1998, saat Indonesia dilanda krisis moneter.

Setelah kegagalan itu, N-250 hanya berdiam di dalam hanggar hingga akhirnya dipindahkan ke Museum Muspusdirla.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]