Cara Cari Lokasi Internet Gratis di Jakarta

CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2020 19:52 WIB
Pemda DKI Jakarta memberikan internet gratis bagi warga, berikut cara cari lokasi akses koneksi tersebut. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemprov DKI Jakarta baru saja meluncurkan program internet gratis, JAKWIFI. Program ini telah menyediakan 4.956 titik akses wifi gratis yang akan ditingkatkan menjadi 9.413 titik.

Peningkatan kebutuhan internet, terutama di kala Covid-19 yang mendorong kerja dan belajar dari rumahini menjadi alasan utama Pemprov meluncurkan program wifi gratis.

Warga Jakarta bisa mengecek wilayah cakupan wifi di aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Berikut cara melihat wilayah cakupan internet JAKWIFI di aplikasi JAKI.


1. Unduh aplikasi JAKI.
2. Cari pilihan Persebaran Layanan Wifi. Pengguna saat ini bisa melihat pilihan itu pada bagian atas aplikasi.
3. Setelah memilih, aplikasi akan menampilkan peta Jakarta.
4. Tunggu beberapa saat karena aplikasi membutuhkan waktu untuk menampilkan titik-titik akses internet.
5. Setelah titik akses muncul, pengguna bisa langsung melakukan pencarian wilayah dengan titik akses yang ingin diketahui.

Dalam aplikasi, pengguna bisa mengetahui wifi gratis itu apakah terletak di outdoor atau indoor. Bahkan juga bisa diketahui apakah titik itu tersedia di taman atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk dan Asosiasi Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program internet gratis, JAKWIFI pada Jumat (28/8). Program internet gratis ini akan tersebar di lima daerah wilayah kota dan satu kabupaten yang tidak memiliki akses layanan internet gratis.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan program ini difokuskan kepada kawasan pemukiman padat penduduk yang mengalami peningkatan kebutuhan internet di kala pandemi Covid-19.

"Siang hari ini kita menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama dan ini simbolisasi dari komitmen untuk memajukan Jakarta dengan memanfaatkan kesempatan. Ketika terjadi pandemi ini, begitu banyak dari kita yang harus mengubah pola belajar, pola kerja. Sesuatu yang biasanya dikerjakan jarak dekat, sekarang serba dikerjakan jarak jauh," kata Anies saat peluncuran JAKWIFI, Jumat (28/8).

JAKWIFI tak hanya akan akan ditujukan untuk pendidikan namun juga bagian untuk penyediaan infrastruktur kota dan perluasan akses internet di masa pandemi Covid-19 ini.

Saat ini, tersedia 4.956 titik akses yang sedang ditingkatkan kapasitasnya secara bertahap. Perluasan penyediaan akses internet ini ditargetkan lebih dari 9.413 titik akses selama dua bulan ke depan.

Perluasan penyediaan akses internet tersebut melalui tiga skema, yaitu melalui layanan Pemprov DKI Jakarta di gedung pemerintahan, taman, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, sekolah-sekolah negeri, dan daerah-daerah yang tidak terjangkau atau tidak diminati penyedia layanan internet gratis.

Program ini merupakan hasil kolaborasi melalui pemanfaatan bersama titik akses dengan penyedia jasa telekomunikasi, dan penyediaan titik akses melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pelajar mengikuti kegiatan belajar daring dengan menggunakan jaringan wifi gratis tenda pintar, di kawasan Pondok Kelapa. Jakarta, 12 Agustus 2020. Tenda yang didirikan warga RT 13 RW 02 Komplek DKI, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, untuk membantu meringankan beban internet bagi warga sekitar yang harus mengikuti pembelajaran secara daring. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)Ilustrasi. Pemda DKI Jakarta menyediakan titik akses internet gratis bagi warga (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Untuk informasi lokasi titik akses beserta perluasannya dapat dicek oleh publik menggunakan aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk dan Asosiasi Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menambahkan bahwa masa pandemi Covid-19 menuntut masyarakat beradaptasi dengan gaya hidup baru yang membatasi interaksi antar manusia. Pembatasan ini berujung pada tingginya pemanfaatan teknologi.

Hal tersebut memacu Pemprov DKI Jakarta untuk mengubah Jakarta sebagai Digital Driven City dengan mengubah proses tata kelola pemerintahan, pelayanan publik serta cara berinteraksi dan berkomunikasi warga melalui versi digital.

"Tantangan untuk menjadikan kota Jakarta sebagai Digital Driven City adalah kemampuan untuk menciptakan interaksi dan komunikasi berbasis internet. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan kebutuhan akses internet yang tinggi di seluruh wilayah," ujar Atika.

Atika mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga  membangun kolaborasi dengan semua pihak dan memastikan skema yang tepat untuk mengatasi permasalahan ketimpangan dalam penyediaan akses internet.

Lebih lanjut, Atika menuturkan Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta telah menyusun panduan spesifikasi teknis minimum yang harus dipenuhi para kolaborator serta penyedia jasa internet yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Harapan kami, semoga penyediaan akses internet gratis bagi warga melalui JAKWIFI ini bisa menjadi langkah awal dalam hal akselerasi transformasi digital warga Jakarta sebagai respons untuk mengoptimalkan kesempatan di tengah menghadapi pandemi Covid-19," ujar Atika.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]