NASA Temukan Galaksi Berbentuk Seperti Pesawat Star Wars

Jonathan Patrick | CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2020 23:15 WIB
Galaksi ini berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya, kecil kemungkinan manusia bisa mengunjungi galaksi itu dalam waktu dekat. Galaksi ini berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya, kecil kemungkinan manusia bisa mengunjungi galaksi itu dalam waktu dekat.(dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan galaksi yang bentuknya terlihat seperti pesawat dalam film Star Wars, TIE Fighter. Galaksi berbentuk unik ini berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya, kecil kemungkinan manusia bisa mengunjungi galaksi itu dalam waktu dekat.

Galaksi bernama TXS 0128 + 554 ini telah diketahui sejak beberapa tahun silam. Namun saat dilakukan penelitian yang lebih dalam, terungkap bahwa bentuk gelombang radio dari galaksi yang ditangkap teleskop berbentuk menyerupai pesawat TIE Fighter.


Alam semesta memang seringkali membuat manusia terperangah dengan keindahannya. Berbagai bentuk galaksi atau rasi bintang bahkan berbentuk seperti wajah, ubur-ubur, kupu-kupu, pilar raksasa yang terlihat seperti tangan, dan masih banyak lagi.

"Kami memperbesar satu juta kali lebih dekat di galaksi menggunakan antena radio VLBA dan memetakan bentuknya dari waktu ke waktu," kata Ahli Astrofisika Universitas Purdue, Matthew Lister.

Lister mengatakan saat hasil pencitraan keluar, ia langsung mengira bahwa bentuk galaksi itu berbentuk seperti pesawat luar angkasa TIE Fighter yang digunakan Darth Vader dalam film Star Wars.

Menyimpan lubang hitam super besar

TXS 0128 + 554 berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya di konstelasi Cassiopeia. Ini adalah inti galaksi aktif (AGN), yang berarti itu adalah galaksi yang secara teoritis menampung lubang hitam berukuran sangat besar di tengahnya.

Lubang hitam yang berukuran sekitar satu miliar kali massa Matahari yang berada di tengah-tengah galaksi,Debu dan gas di sekitar lubang hitam memanas karena gesekan dan gravitasi, dan menghasilkan spektrum energi yang luas. Dalam prosesnya,sinar radio, X-ray, dan gamma terlepas dari energi.

Lubang hitam itu sendiri juga membantu menghasilkan bentuk 'sayap' galaksi itu. Sekitar satu dari sepuluh lubang hitam menghasilkan jet, sebuah - pancaran raksasa yang terdiri dari partikel berenergi tinggi dari kedua ujung lubang hitam.

Pancaran energi ini bergerak mendekati kecepatan cahaya langsung menuju kedua 'sayap' galaksi atau ke kedua ujung galaksi.

Dilansir dari Science Alert, ketika jet menghantam gas di tepi galaksi, partikel berenergi tinggi itu mulai melambat, dan akhirnya energi mulai mengalir kembali ke lubang hitam.

Partikel yang bergerak ini berputar mengelilingi medan magnet yang disebabkan oleh lubang hitam, dan menciptakan emisi terang yang dapat terlihat dalam bentuk frekuensi radio.

Dilansir dari BGR, galaksi ini pertama kali ditemukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Sinar Gamma Fermi. Sejak awal, galaksi memang memancarkan gelombang radio dalam pola yang sangat berbeda.

Para calon "sayap" dari TIE Fighter diyakini hasil dari energi yang dimuntahkan dari pusat galaksi, yang kemungkinan besar adalah lubang hitam.

(jnp/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER