Potensi OS Hamony Sokong Huawei Usia Lepas Raksasa Android

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 08:20 WIB
Kehadiran Harmony OS sebagai pengganti sistem operasi lain pada ponsel Huawei masih menjadi pertanyaan. Huawei akan disokong sistem operasi Harmony 2.0. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sistem operasi Harmony OS 2.0 akan mulai tersedia tahun depan untuk setiap perangkat yang diproduksi Huawei. OS Harmony membuat Huawei melepas ketergantungan pada raksasa Android.

Kehadiran Harmony OS sebagai pengganti sistem operasi lain masih menjadi pertanyaan. Mengingat Harmony OS merupakan pendatang baru dibandingkan dengan Android, sistem operasi yang bakal tak lagi digunakan Huawei akibat sanksi Amerika Serikat.

Melansir CGTN, Senin (15/9), hampir semua smartphone Huawei yang ada di pasaran saat ini berbasis Android. Sistem operasi itu adalah open source dan tidak di bawah kendali penciptanya, Google.


Meski demikian, Google memberi dukungan yang signifikan dalam membangun ekosistem Android. Misalnya, Google membangun banyak layanan untuk Android, seperti Maps, YouTube, Play Store, dan banyak lainnya.

Untuk menghadirkan ekosistem seperti yang dilakukan Google, Huawei menghadirkan Layanan Seluler Huawei dan Galeri Aplikasi. Keduanya masih terlalu muda untuk disebut sukses atau gagal.

Namun, pengalaman sebelumnya memberi tahu bahwa Tizen, sistem operasi buatan Samsung berhasil digunakan pada produk televisinya, menggantikan Microsoft Windows Mobile.

Selain Android, Huawei juga tidak bisa lagi menggunakan Windows untuk produk laptopnya karena sanksi AS. Namun, ketiadaan Windows dinilai bukan sebuah bencana besar bagi Huawei.

Huawai disebut masih bisa memanfaatkan Linux. Meski bukan yang terbaik bagi sejumlah pengguna, tetapi sistem itu dapat ditoleransi jika disetel dengan benar.

Di sisi lain, banyak orang di negara berkembang juga masih membajak Windows. Beberapa pengguna tidak peduli jika laptop dilengkapi dengan Windows yang sudah diinstal sebelumnya atau tidak.

Artinya kondisi ini membuat bila menggunakan Harmony OS 2.0 untuk menggantikan Windows di laptop Huawei dinilai bukan ide yang baik untuk saat ini.

Selain masih bisa dibajak, aplikasi Windows sangat serbaguna bahkan Microsoft sendiri tidak dapat mengalahkannya. Microsoft telah berusaha keras dalam beberapa tahun terakhir untuk mempromosikan aplikasi asli jenis baru, tapi gagal.

Melansir CNBC, wakil presiden dari perangkat penelitian IDC Bryan Ma menilai sistem operasi Huawai bakal kesulitan menandingi Android dan iOS. Sebab, sistem operasi milik Google dan Apple itu telah terintegrasi dengan banyak layanan.

"Tidak akan mudah bagi Huawei untuk membangun perpustakaan aplikasi utama di luar China, karena banyak dari aplikasi tersebut mengandalkan Google untuk hal-hal seperti manajemen hak digital, lokasi, pembayaran, dan layanan pemberitahuan," ujar Ma.

Girektur riset di Counterpoint Research, Neil Shah menyebut Huawei belum memiliki aplikasi utama bagi konsumen. Misalnya, pengguna tidak dapat mengunduh aplikasi Google atau layanan milik Facebook. Netflix atau Spotify di toko aplikasi Huawei, yang disebut AppGallery.

Bagi konsumen di China itu tidak masalah. Tapi, konsumen di luar China mungkin menginginkan aplikasi-aplikasi pendukung tersebut.

Huawai diketahui memiliki Huawei Mobile Services (HMS), kumpulan berbagai aplikasi Huawei mulai dari peta hingga pembayaran.

HMS mirip dengan Layanan Seluler Google dan menawarkan perangkat pengembang yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan hal-hal seperti layanan lokasi ke dalam aplikasi, namun menunya masih terbatas.

Perusahaan China itu mengaku sudah ada 90.000 aplikasi yang menggunakan apa yang disebut layanan Inti HMS, tetapi tidak merinci negara atau wilayah tempat mereka berada.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]