Setengah Porsi Jualan Suzuki Saat Pandemi adalah Pikap Carry

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 18:32 WIB
Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim pertumbuhan penjualan ritel perusahaan pada Januari - Agustus terbaik dibanding merek lain. Suzuki Carry menyumbangkan 53 persen penjualan ritel Suzuki pada Januari - Agustus 2020. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim pihaknya mendapatkan peningkatan pangsa pasar ritel tertinggi pada penjualan mobil di Indonesia selama Januari - Agustus. Pencapaian ini dibantu kontribusi pikap Carry yang berkembang saat pandemi virus corona (Covid-19).

SIS menyatakan dalam keterangan resmi pekan lalu bahwa pangsa pasar ritel Januari - Agustus meningkat 2,6 persen menjadi 12,42 persen dibanding periode sama pada 2019. Peningkatan itu dikatakan tertinggi dibanding merek lain.

Berdasarkan data Gaikindo yang merangkum data penjualan semua merek pada Januari - Agustus, penguasaan pasar ritel Suzuki itu berada di posisi keempat. Posisi pertama adalah Toyota, diikuti Daihatsu dan Honda.


Total penjualan ritel semua merek pada Januari - Agustus mencapai 364.034 unit.

Ritel Carry Terlaris

SIS juga mengklaim Carry adalah mobil terlaris di Indonesia pada Agustus secara ritel, yang terjual 3.111 unit. Hasil itu membuat Carry menguasai pasar ritel pikap kecil sebesar 66 persen.

Secara keseluruhan, pada Januari - Agustus, Carry mewakili 53 persen total penjualan Suzuki, yakni sejumlah 23.856 unit.

Kontributor yang lain buat Suzuki selama delapan bulan pada tahun ini adalah Ertiga 15 persen dan XL7 11 persen.

"Peningkatan pangsa pasar Suzuki di tahun 2020 yang dipimpin New Carry Pick Up ini membuktikan bahwa Suzuki menawarkan produk yang unggul dan sesuai kebutuhan masyarakat sehingga tetap menjadi pilihan pelanggan dalam kondisi apapun," kata Donny Saputra, 4W Marketing Director SIS.

Penjualan ritel mobil di Indonesia terus tumbuh sejak Juni usai dihantam pandemi. Tren positif terus berlanjut hingga Agustus, namun Gaikindo mengingatkan tantangan berat masih bakal dihadapi hingga akhir tahun.

(fea)

[Gambas:Video CNN]