Tips Otomotif

Berkendara Motor Penuh Risiko, Kenali Potensi Bahayanya

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 10:47 WIB
Mengendarai motor mesti dihargai sebagai kegiatan berpotensi berbahaya agar meningkatkan keinginan berkendara dengan aman. Ilustrasi berkendara di cuaca buruk. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepeda motor adalah kendaraan bermotor yang tak pernah seimbang dan digunakan berdasarkan momentum, artinya untuk bisa dipakai dengan baik mesti selalu bergerak. Ciri khas ini bikin berkendara mesti punya keahlian, selain itu juga membuat pengendara memiliki sejumlah risiko atau potensi bahaya.

Safety Riding Department Head Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky Margo Utomo menjelaskan pengendara perlu mengetahui apa saja potensi bahaya yang dapat ditemui di jalan dan cara mengatasinya.

Jenis Potensi Bahaya


Secara garis besar, jenis potensi bahaya di jalan raya terbagi menjadi tiga. Pertama, potensi bahaya yang terlihat atau terasa tanpa perlu diprediksi, misalnya kendaraan berhenti di pinggir jalan atau kondisi mengantuk saat berkendara.

Potensi bahaya kedua yakni yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi. Potensi bahaya ini belum terlihat tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian.

Contohnya kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban sudah aus.

Potensi bahaya ketiga yaitu yang membutuhkan kemampuan prediksi dengan tingkat lebih tinggi. Misalnya potensi bahaya yang tidak terlihat secara langsung oleh mata seperti kendaraan yang muncul secara tiba-tiba saat di persimpangan jalan.

Sumber Potensi Bahaya

Sumber potensi bahaya di jalan sangat banyak, namun dapat kita golongkan dalam tiga sumber.

Pertama, potensi bahaya dari sisi manusia yang tanpa sadar menimbulkan bahaya. Contohnya seperti kelelahan yang menyebabkan kantuk, emosi yang tidak terjaga, dan juga tidak patuh rambu lalu lintas di jalan raya.

Bukan cuma itu, gangguan kecil seperti bersin saat berkendara juga dapat mengganggu pandangan ataupun konsentrasi.

Kedua, potensi bahaya yang bersumber dari kendaraan yang digunakan. Hal ini sering terjadi karena kurangnya kesadaran pengguna motor secara rutin melakukan perawatan kendaraan pada bagian krusial untuk keselamatan, misalnya pengereman.

Ketiga, potensi bahaya dari lingkungan misalnya kondisi jalan yang tidak diketahui oleh pesepeda motor, kabut, hingga hujan yang menjadikan jalanan menjadi lebih licin.

Cara Menanggulangi

Untuk mengatasi potensi bahaya, kita dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dan juga menguatkan teknik berkendara.

Meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan belajar dari pengalaman diri sendiri dengan menambah jam terbang di berbagai kondisi jalan.

Kedua, kita juga dapat belajar dari pengalaman orang lain dengan membaca atau mengikuti komunitas motor sebagai wadah dalam berbagi pengalaman berkendara, demikian mengutip keterangan tertulis AHM.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]